Persib di Ambang Juara, ''Jaga Bandung, Jaga GBLA'' Diserukan
Perayaan juara Liga 1 2024-2025 untuk Persib Bandung berlangsung kacau, Bobotoh invasi lapangan, penyerahan trofi tidak seperti semestinya di Stadiong Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/5/2025). (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
22:22
22 Mei 2026

Persib di Ambang Juara, ''Jaga Bandung, Jaga GBLA'' Diserukan

Persib Bandung dipastikan juara jika mampu meraih minimal satu poin saat melawan Persijap Jepara pada pekan terakhir Super League 2025-2026. 

Andai skenario tersebut terpenuhi, momen angkat trofi akan kembali terjadi di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), markas Persib Bandung.

Jadwal Persib vs Persijap digelar pada Sabtu (23/5/2026), kick off pukul 16.00 WIB. 

Kampanye “Jaga Persib, Jaga Bandung, Jaga GBLA” diserukan sejak dini. Hal itu dirasa perlu  mengingat prosesi sakral angkat piala musim lalu bisa disebut semrawut.

Musim lalu, momen seremoni angkat trofi diiringi ulah Bobotoh, sebutan pendukung Persib, yang menginvasi lapangan. 

Para pemain tak bisa melakukan seremoni juara mengarak piala keliling lapangan lantaran situasi yang sudah tak kondusif. 

Baca juga: Persib Vs Persijap, Bojan Hodak Singgung Rekor Tak Terkalahkan 21 Laga

Oknum bobotoh kala itu bahkan merusak fasilitas lapangan, rumput, dan gawang. Rangkaian kejadian ini jadi noda menyedihkan di balik kisah juara Persib musim lalu. 

Imbauan-imbauan penting pun kini terus diserukan. Tujuannya untuk mengingatkan Bobotoh agar lebih bijak dan dewasa meluapkan euforia, selepas tim kesayangan jadi juara. 

“Ya kalau dari kami mengimbau untuk nanti tanggal 23, satu, ini adalah hajat dan perayaan kita semua. Utamakan keselamatan dan selama proses perayaan tolong ikuti aturan dan regulasi yang ada,” kata Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan

Baca juga: Ditanya soal Persib, David da Silva Tegaskan Hormati Jersey Malut United

Larangan Flare dan Petasan

Hirup pikuk momen angkat piala juara milik Persib Bandung di Liga 1 2024-2025, tampak pelatih Persib Bojan Hodak dan bos Persib Umuh Muchtar bersamaan hendak mengangkat trofi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/5/2025).KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Hirup pikuk momen angkat piala juara milik Persib Bandung di Liga 1 2024-2025, tampak pelatih Persib Bojan Hodak dan bos Persib Umuh Muchtar bersamaan hendak mengangkat trofi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/5/2025).

Lebih lanjut Adhitia turut mengimbau agar Bobotoh tak menyalakan flare, petasan, yang bisa membuat Persib kembali disanksi oleh Komite Disiplin PSSI. 

“Kami sangat melarang adanya flare, petasan, dan segala macam, spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala,” kata Adhit. 

“Karena prosesi itu berhenti ketika pialanya diangkat. Jadi jangan sampai nanti teman-teman, saya paham, ada beberapa komunitas yang memang secara kultur itu sangat mendorong ada penggunaan flare dan segala macam."

"Tapi kami sangat memohon tolong jangan dilakukan sampai perayaan angkat pialanya selesai jika kita juara ya,” papar Adhit. 

Baca juga: Borneo FC Vs Malut United: David da Silva Tak Pikirkan Laga Persib

Adanya asap flare bisa membuat estetika gambar untuk penyiaran terganggu. 

Padahal, banyak penikmat sepak bola Tanah Air di luar GBLA yang menantikan bagaimana prosesi sakral tersebut bisa berjalan dengan indah. 

“Karena itu sangat mengganggu loh. Gelap, terus asapnya juga segala macam, takutnya secara broadcasting enggak bagus, enggak banyak orang yang bisa menikmati,” jelasnya. 

Baca juga: Federico Barba Nomine Pemain Terbaik, tapi Lebih Penting Persib Juara

Denda untuk Persib Capai Rp 5 Miliar

Denda yang harus ditanggung Persib Bandung akibat ulah suporternya sendiri musim 2025-2026 disebutkan Adhit mencapai Rp 5 miliar. 

Sebesar Rp 3,5 miliar datang dari denda Komite Disiplin dan Etik AF. Sementara Rp 1,5 miliar merupakan sanksi dari Komdis PSSI. 

Adhit coba merinci, sejatinya uang sebesar tersebut bisa dialokasikan untuk menunjang sarana prasarana latihan serta memperbaiki rumput stadion GBLA yang sering dikeluhkan Bojan Hodak

“Denda itu total kalau dari awal musim kita hitung-hitung tuh mungkin sudah lebih dari Rp 5 M,” kata Adhit. 

“Kemudian Rp 5 M itu biaya yang bisa digunakan untuk ngerapihin lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 cm, mengganti rumput dari dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp 5 M cukup,” jelas Adhit. 

Tag:  #persib #ambang #juara #jaga #bandung #jaga #gbla #diserukan

KOMENTAR