Flashdisk Rp 50.000-an Ini Bikin Laptop Lawas ''Ngebut'' Lagi
- Flashdisk murah seharga sekitar Rp 50.000-an ini bisa menjadi solusi untuk "menghidupkan" kembali laptop lawas agar tetap layak digunakan.
Flashdisk bernama ChromeOS Flex USB bikinan Google ini dibuat untuk mempermudah pengguna memasang sistem operasi ChromeOS Flex di perangkat PC maupun Mac lawas.
ChromeOS Flex sendiri merupakan sistem operasi ringan berbasis cloud yang ditujukan khusus untuk perangkat lama, seperti PC Windows dan MacBook keluaran lama.
Tampilan ChromeOS Flex USB Kit yang dijual Google dan Back Market untuk menghidupkan kembali laptop atau Mac lawas.
Dengan sistem yang lebih ringan, perangkat yang sebelumnya sudah lambat dapat kembali digunakan dan lebih ngebut untuk kebutuhan dasar.
Berbeda dengan ChromeOS yang digunakan pada Chromebook, ChromeOS Flex memiliki sejumlah keterbatasan.
Baca juga: Siap-siap, ChromeOS dan Android Dilebur Tahun Depan
Sistem operasi ini tidak mendukung aplikasi Android dari Play Store. Selain itu, tidak ada optimasi khusus untuk perangkat keras tertentu seperti pada Chromebook.
Meski demikian, sifatnya yang lebih universal membuat ChromeOS Flex bisa dipasang di berbagai perangkat lintas platform. Hal ini memungkinkan laptop lama mendapatkan "kehidupan kedua" tanpa harus langsung diganti dengan perangkat baru.
Google memasarkan produk ini melalui kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang perangkat elektronik rekondisi, yakni Back Market. Flashdisk ini dibanderol dengan harga 3 dollar AS (sekitar Rp 51.328).
"Mulai hari ini, ChromeOS Flex USB-Kit tersedia di situs Back Market untuk membantu Anda menginstal sistem operasi kami yang cepat, aman, dan gratis," tulis Google di blog resminya.
Google menjelaskan, pengguna tidak hanya mendapatkan USB kit saja, tetapi juga panduan instalasi pemasangan serta video tutorial.
Baca juga: Pertama Kali, Komputer ChromeOS Lebih Laris Dibanding MacOS
Kehadiran USB kit ini juga menyederhanakan proses instalasi. Sebelumnya, pemasangan ChromeOS Flex harus dilakukan melalui situs resmi dengan langkah teknis yang cukup rumit. Kini, pengguna cukup mencolokkan flashdisk untuk memulai instalasi sistem operasi.
Meski tidak membuat performa perangkat meningkat drastis, solusi ini dinilai cukup untuk mengembalikan fungsi laptop lama untuk aktivitas ringan, seperti browsing, mengetik, atau bekerja berbasis cloud.
Di sisi lain, pengembang ChromeOS juga dikabarkan tengah menyiapkan sistem operasi baru bernama Aluminum OS yang disebut akan menggabungkan ChromeOS dan Android.
Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait kehadiran sistem operasi tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari XDA Developers.