Inikah Alasan Sebenarnya Tim Cook Lengser dari Apple?
John Ternus (kiri) dan Tim Cook (kanan) di Apple Park.(Apple)
14:42
22 April 2026

Inikah Alasan Sebenarnya Tim Cook Lengser dari Apple?

- Senin lalu, Apple resmi mengumumkan bahwa Tim Cook akan menyerahkan tongkat Chief Executive Officer (CEO) kepada John Ternus pada bulan September mendatang.

Dalam pengumuman tersebut, Apple merilis foto kedua petinggi ini berjalan berdampingan dengan pakaian yang hampir seragam, kemeja gelap, celana jins biru, dan Apple Watch.

Pesan visualnya seolah menyiratkan sebuah "kontinuitas" yang mulus untuk menjaga warisan Cook.

Namun, di balik narasi estafet yang damai tersebut, laporan dari Bloomberg mengungkap alasan mendesak mengapa Apple butuh pemimpin baru.

Apple sejatinya sedang berusaha memutus rantai "inkrementalisme" (budaya bermain aman dan perubahan lambat) yang belakangan dianut Tim Cook, demi bisa bertahan di era gempuran kecerdasan buatan (AI).

Kesuksesan Tim Cook selama 15 tahun terakhir memang tak terbantahkan. Ia membawa disiplin operasional tingkat tinggi dan mencetak pendapatan tahunan lebih dari 400 miliar dollar AS.

Ia juga menelurkan produk hit, seperti Apple Watch dan AirPods (meski fondasi tim teknisnya masih warisan era Steve Jobs).

Namun, gaya kepemimpinan Cook yang terlalu mengedepankan musyarawarah dan kehati-hatian kini mulai menjadi bumerang. Cook dikenal sebagai sosok yang enggan mengambil keputusan cepat.

"Jika Anda datang kepada Tim dengan pilihan A atau B, ia tidak akan memilih. Ia malah akan mengajukan serangkaian pertanyaan jika ia merasa ragu," ungkap seorang sumber internal Apple.

Ketidaktegasan ini memakan korban. Visi besar Cook lewat headset Vision Pro berakhir lesu di pasaran meski telah menghabiskan dana miliaran dollar dan riset satu dekade. Begitu pula dengan proyek mobil otonom Apple Car senilai 10 miliar dollar AS yang akhirnya dibatalkan.

Yang menarik, John Ternus adalah sosok yang sejak awal menentang dan berhati-hati terhadap kedua proyek tersebut.

Baca juga: John Ternus Jadi CEO Apple, Pernah Sukses Besar hingga Blunder Fatal

Steve Jobs dan pertaruhan Apple

Apple kini bertaruh bahwa Ternus yang masih berusia 50 tahun memiliki gaya pengambilan keputusan yang jauh lebih tegas. Gayanya mengingatkan internal Apple pada sosok mendiang pendiri mereka, Steve Jobs.

"Ternus akan memilih," lanjut sumber tersebut. "Pilihannya bisa saja benar atau salah, tapi setidaknya itu adalah sebuah keputusan."

Gaya berani Ternus mulai terlihat nyata baru-baru ini saat ia menginisiasi MacBook Neo. Ia mendesak Apple untuk mendobrak tradisi produk premium yang mahal dengan merilis laptop berwarna-warni seharga 599 dollar AS (sekitar Rp 10 juta) untuk menyasar generasi muda.

Instingnya terbukti sangat tajam. MacBook murah tersebut menuai pujian luar biasa dan langsung ludes terjual di pasaran.

Selain itu, sebagai Kepala Hardware, Ternus terkenal dengan eksekusi tingkat dewa yang selalu berhasil memastikan iPhone, iPad, dan Mac meluncur tepat waktu setiap tahunnya dengan peningkatan kualitas dan durabilitas.

Langkah pertama Ternus sebagai CEO di bulan September nanti akan langsung diwarnai dengan peluncuran iPhone layar lipat pertama Apple. Namun, pekerjaan rumahnya masih menumpuk, terutama di sektor produk smart home dan AI.

Laporan menyebutkan bahwa beberapa proyek Apple sedang tersendat, yaitu kacamata pintar yang peluncurannya diundur hingga 2027 dan robot meja pintar yang terancam molor hingga 2028 akibat kendala pengembangan model AI Apple.

Baca juga: Tim Cook Titip Warisan Ini buat CEO Baru Apple John Ternus

Berbagi peran

Meski tak lagi menjadi CEO, Tim Cook masih akan memiliki peran vital sebagai Executive Chairman.

Cook dijadwalkan akan mengambil alih urusan yang lebih bersifat makro dan politis, seperti mengelola hubungan pemerintah, geopolitik, hingga urusan bisnis Apple dengan China dan Presiden AS Donald Trump.

Apple menyadari bahwa meski Ternus adalah seorang visioner dan komunikator yang luwes di atas panggung peluncuran, ia dinilai belum sepenuhnya siap untuk berhadapan langsung dengan para pembuat kebijakan global.

Kini, industri menanti apakah sang CEO baru mampu mendefinisikan ulang masa depan Apple, atau justru hanya menjadi penjaga status quo.

Baca juga: Tim Cook, Trump Malah Bongkar Kedekatannya dengan "Tim Apple" dan Pamer Sering Ditelepon

Tag:  #inikah #alasan #sebenarnya #cook #lengser #dari #apple

KOMENTAR