Nama Microsoft Gaming Dicoret, Xbox Resmi Comeback
Ilustrasi CEO Xbox, Asha Sharma memberikan pernyataan kepada para karyawan di kantor Xbox.(Xbox)
15:06
24 April 2026

Nama Microsoft Gaming Dicoret, Xbox Resmi Comeback

- Microsoft resmi mengembalikan nama divisi gaming-nya dari Microsoft Gaming menjadi Xbox. Nama "Microsoft Gaming" awalnya digunakan sejak 2022 sebagai payung organisasi untuk bisnis game Microsoft.

Perubahan ini diumumkan melalui memo internal yang dibagikan ke seluruh karyawan Xbox oleh CEO Microsoft Gaming (Xbox) Asha Sharma dan Chief Content Officer Xbox Matt Booty.

Dalam blog resmi berjudul “We Are Xbox”, Sharma menegaskan bahwa nama Microsoft Gaming tidak mencerminkan ambisi perusahaan.

"Microsoft Gaming menggambarkan struktur kami, tetapi tidak menggambarkan ambisi kami ke depan. Jadi kami kembali ke awal. Kami adalah Xbox," tulis Sharma.

Selain perubahan nama, Microsoft juga mulai memperkenalkan logo baru Xbox, logonya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Logo baru Xbox tampak lebih glossy dari sebelumnya. Logo ini mulai digunakan di Microsoft. The Verge Logo baru Xbox tampak lebih glossy dari sebelumnya. Logo ini mulai digunakan di Microsoft.

Berbeda dari sebelumnya yang minimalis, logo Xbox terbaru ini memiliki tampilan yang lebih “glassy” atau mengilap dibanding desain sebelumnya.

Sekilas, logo ini mirip logo konsol lawas Xbox 360, tetapi tampak dibuat lebih modern dan futuristik.

Kabarnya, logo tersebut sudah mulai dipakai dan terlihat di kampus Microsoft dalam beberapa hari terakhir.

Desain baru ini juga disebut sudah digunakan dalam sejumlah materi internal, termasuk untuk proyek perangkat keras "Project Helix".

Baca juga: Langganan Xbox Game Pass Kini Lebih Murah, Tapi Ada yang “Dikorbankan”

Akui banyak keluhan

Perubahan nama dari Microsoft Gaming ke Xbox ini, menurut Sharma, dilatarbelakangi berbagai keluhan di komunitas.

Ia mengakui, gamer mulai gerah akibat pembaruan fitur yang tidak rutin, kehadiran di PC yang belum optimal, serta harga yang kian sulit dijangkau.

Dari sisi developer dan publisher, Xbox juga disebut perlu meningkatkan dukungan, mulai dari tools hingga insight agar pengembangan game lebih cepat dan efisien.

Di tengah masalah gamer dan developer, persaingan industri game juga makin dinamis dan menjadi tantangan tersendiri.

Terlebih, platform seperti Roblox kini mampu menghadirkan pengalaman berskala besar, dan tim kecil atau kreator individu di dalamnya bisa tumbuh dan berkompetisi dengan perusahaan game skala besar. 

"Untuk itu kami harus berbenah. Model bisnis yang membawa kami sampai ke posisi sekarang tidak akan membawa kami ke tahap berikutnya," ungkap Sharma.

Target dongkrak pemain aktif harian

EVP & CEO Microsoft Gaming (Xbox), Asha Sharma.Microsoft EVP & CEO Microsoft Gaming (Xbox), Asha Sharma.

Xbox juga kini menggeser fokus bisnis ke pemain aktif harian (daily active players). Strategi ini dijalankan lewat empat pilar utama, yaitu hardware, konten, pengalaman, dan layanan.

Di sektor hardware, Xbox menyiapkan "Project Helix" yang diklaim mampu menjalankan game konsol dan PC dengan performa tinggi.

Kemudian di konten, Xbox akan memperluas franchise seperti Minecraft, The Elder Scrolls, dan Sea of Thieves, serta memperkuat kerja sama dengan pengembang pihak ketiga.

Ekspansi ke China, pasar berkembang, dan pengguna mobile juga akan ikut menjadi fokus untuk memperluas pengalaman gaming Xbox.

Baca juga: 12 Tahun Kebal Hacker, Xbox One Dibobol dengan Teknik Baru

Pada sisi layanan, Xbox berjanji memperbaiki pengalaman pengguna dan memperkuat Game Pass, termasuk meningkatkan kualitas cloud gaming di berbagai perangkat.

Terkait eksklusivitas dan AI, Xbox menyatakan masih akan mengevaluasi pendekatan mereka terhadap kedua hal tersebut.

Artinya, strategi distribusi game buatan Xbox mungkin akan berubah di masa depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gamingbolt.

Tag:  #nama #microsoft #gaming #dicoret #xbox #resmi #comeback

KOMENTAR