Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO
Ilustrasi peneliti. (Pexels/Pixabay)
18:56
24 April 2026

Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO

Fenomena meninggal dan hilangnya sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir memicu perhatian luas, mulai dari pemerintah hingga publik.

Kasus-kasus ini menjadi sorotan karena sebagian dari mereka memiliki keterkaitan dengan riset sensitif—mulai dari teknologi nuklir hingga eksplorasi luar angkasa.

Meski belum ada bukti kuat bahwa semua kejadian saling terkait, spekulasi terus berkembang, termasuk teori yang mengaitkannya dengan proyek rahasia hingga UFO.

Pemerintah AS, termasuk Gedung Putih dan lembaga seperti FBI serta NASA, kini ikut menelusuri sekitar 10 kasus yang melibatkan ilmuwan atau individu yang memiliki akses ke informasi penting.

Namun, sebagian ahli menilai kekhawatiran ini bisa saja hanya pola kebetulan yang dilebih-lebihkan. Berikut rangkuman dikutip dari Russia Today dan USA Today terkait kasus para ilmuwan yang meninggal atau menghilang dan menjadi sorotan.

Misteri Hilangnya 10 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini [CBS News]Misteri Hilangnya 10 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini [CBS News]

1. Kasus Ilmuwan Nuklir dan Plasma

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Nuno F.G. Loureiro, profesor di Massachusetts Institute of Technology yang fokus pada fisika plasma dan energi fusi. Ia tewas dalam insiden penembakan pada Desember 2025 yang juga melibatkan pelaku yang sama dengan kasus penembakan di universitas lain.

Di bidang serupa, sejumlah ilmuwan lain yang memiliki keterkaitan dengan riset energi dan fisika juga meninggal dalam periode berdekatan. Meski tidak semua terkait langsung dengan proyek militer atau nuklir, bidang penelitian mereka dianggap strategis karena berkaitan dengan masa depan energi dan teknologi tinggi.

Kasus Loureiro sendiri dinyatakan sebagai tindak kriminal individual, tanpa motif jelas terkait pekerjaannya. Namun, karena bidangnya sensitif, publik tetap mengaitkannya dengan kemungkinan konspirasi.

2. Peneliti NASA dan Eksplorasi Antariksa

Beberapa ilmuwan yang bekerja di NASA juga masuk dalam daftar. Salah satunya adalah Michael David Hicks, peneliti yang fokus pada asteroid dan komet, yang meninggal pada 2023. Meski penyebab kematiannya tidak dipublikasikan secara luas, keluarga menyebut ia memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Nama lain adalah Frank Maiwald, yang berkontribusi pada misi pengamatan bumi dan satelit iklim. Selain itu, Monica Jacinto Reza dilaporkan hilang saat hiking pada 2025.

Walau tidak ada bukti ancaman keamanan nasional dari kasus-kasus ini, keterkaitan mereka dengan proyek luar angkasa membuat spekulasi semakin berkembang, termasuk dugaan hubungan dengan penelitian rahasia.

Jejaring kasus 11 ilmuwan nuklir AS yang tewas maupun hilang secara misterius. [Suara.com]Jejaring kasus 11 ilmuwan nuklir AS yang tewas maupun hilang secara misterius. [Suara.com]

3. Astrofisikawan dan Peneliti Luar Angkasa

Kasus lain yang menghebohkan adalah kematian Carl Grillmair, seorang astrofisikawan dari California Institute of Technology. Ia ditembak di rumahnya pada 2026 oleh seorang tersangka yang sebelumnya pernah masuk ke propertinya.

Grillmair dikenal atas penelitiannya mengenai materi gelap dan struktur galaksi—topik yang sering dikaitkan dengan misteri alam semesta. Meski pihak berwenang menyatakan tidak ada hubungan antara pekerjaannya dan pembunuhan tersebut, banyak pihak tetap berspekulasi karena bidang risetnya yang kompleks dan jarang dipahami publik luas.

4. Ilmuwan Biologi dan Kimia Industri

Jason Thomas, seorang ilmuwan di bidang biologi kimia, dilaporkan hilang pada akhir 2025 sebelum akhirnya ditemukan meninggal di sebuah danau. Ia bekerja di lembaga riset farmasi dan memiliki latar belakang penelitian medis.

Pihak berwenang menyatakan tidak ada tanda-tanda tindak kriminal dalam kasus ini. Namun, kematiannya tetap dimasukkan dalam daftar karena profesinya sebagai ilmuwan dan waktunya yang berdekatan dengan kasus lain.

5. Kasus Terkait UFO dan Fasilitas Nuklir

Salah satu kasus yang memicu spekulasi paling besar adalah hilangnya William McCasland, mantan jenderal Angkatan Udara yang pernah memimpin laboratorium riset di pangkalan yang memiliki sejarah penelitian UFO.

Selain itu, dua individu dari Los Alamos National Laboratory, Anthony Chavez dan Melissa Casias, juga dilaporkan menghilang. Meski pihak berwenang menegaskan tidak ada bukti keterkaitan dengan pekerjaan mereka, kombinasi antara fasilitas nuklir dan sejarah penelitian UFO membuat teori konspirasi berkembang luas di internet.

Meski sekilas tampak mencurigakan, sebagian besar kasus ilmuwan yang meninggal atau hilang ini memiliki latar belakang berbeda-beda, mulai dari masalah kesehatan, kecelakaan, hingga tindak kriminal acak. Para ahli seperti sosiolog menilai bahwa manusia cenderung mencari pola, bahkan ketika tidak ada hubungan nyata.

Pemerintah AS sendiri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada ancaman terhadap keamanan nasional. Namun hingga kini, belum ada bukti kuat bahwa kematian para ilmuwan tersebut merupakan bagian dari satu rangkaian peristiwa terorganisir. Di tengah spekulasi tentang nuklir hingga UFO, satu hal yang pasti: kasus-kasus ini menunjukkan betapa sensitifnya dunia sains modern, dan betapa mudahnya publik mengaitkannya dengan misteri besar.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Editor: Cesar Uji Tawakal

Tag:  #ilmuwan #tewas #hilang #beruntun #dari #peneliti #nuklir #hingga #pengamat

KOMENTAR