Jensen Huang Peringatkan AS soal Ancaman AI China, Ini Pemicunya
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyampaikan bahwa perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) akan menciptakan lapangan kerja dengan gaji tinggi. (Nvidia)
06:57
26 April 2026

Jensen Huang Peringatkan AS soal Ancaman AI China, Ini Pemicunya

- CEO Nvidia Jensen Huang menyuarakan kekhawatiran serius soal masa depan dominasi Amerika Serikat di bidang kecerdasan buatan.

Dalam wawancara di siniar Dwarkesh Podcast, ia menyoroti perkembangan DeepSeek, perusahaan AI asal China yang disebut semakin mandiri dari teknologi buatan AS.

Inti kekhawatiran Huang tertuju pada kabar bahwa model terbaru DeepSeek, yakni DeepSeek V4, kemungkinan akan berjalan di atas chip Ascend buatan Huawei, bukan lagi chip Nvidia yang selama ini menjadi tulang punggung pengembangan AI global.

"Hari ketika DeepSeek pertama kali berjalan di atas teknologi Huawei, itu akan menjadi hasil yang buruk bagi negara kami," ujar Huang.

Ia menambahkan, jika model AI global mulai dioptimalkan untuk arsitektur non-AS, posisi Amerika dalam ekosistem AI bisa goyah dan membuka ruang bagi China untuk mengambil peran lebih besar.

Baca juga: CEO Nvidia Peringatkan AS soal Ancaman AI China

Bukan soal chip semata

Meski chip Huawei saat ini masih dianggap selangkah di belakang produk AS, China mengambil jalur berbeda.

Perusahaan-perusahaan di sana menggabungkan banyak chip sekaligus, mengoptimalkan efisiensi perangkat lunak, dan menerapkan teknik seperti Mixture-of-Experts untuk mendongkrak performa tanpa harus bergantung pada perangkat keras terkuat.

Ditambah jumlah tenaga ahli AI yang besar dan biaya energi yang relatif murah, hasilnya tetap kompetitif.

Huang pun menekankan bahwa persaingan AI kini bukan lagi hanya soal siapa yang punya chip paling canggih, tetapi juga soal inovasi perangkat lunak, efisiensi sistem, dan kendali atas ekosistem secara keseluruhan.

Kritik terhadap kebijakan ekspor AS

Huang juga mengkritik pendekatan pemerintah AS yang menurutnya terlalu keras dalam membatasi ekspor teknologi ke China.

Menurutnya, kebijakan yang terlalu ketat justru mendorong perusahaan China untuk membangun alternatif sendiri, yang pada akhirnya bisa merugikan industri AS itu sendiri.

"Kenapa AS tidak membuat regulasi yang lebih seimbang agar Nvidia bisa menang secara global, bukannya justru menyerahkan pasar dunia?" tegasnya.

Situasi ini semakin rumit karena kebijakan AS sendiri dinilai tidak sepenuhnya konsisten, di satu sisi memperketat pembatasan terhadap perusahaan AI China, namun di sisi lain ada pelonggaran dalam beberapa aspek pasokan chip.

Dirangkum KompasTekno dari Gizmo China, jika DeepSeek berhasil mengembangkan model AI yang sepenuhnya berjalan di atas chip Huawei, hal itu diyakini bisa menjadi titik balik dalam industri AI global.

Baca juga: Akamai Integrasikan Nvidia AI Grid, Sebar Komputasi AI hingga Edge

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #jensen #huang #peringatkan #soal #ancaman #china #pemicunya

KOMENTAR