Saat AI Bikin Orang Makin Susah buat Beli HP Baru Murah…
Ilustrasi HP.(Unsplash)
08:30
30 April 2026

Saat AI Bikin Orang Makin Susah buat Beli HP Baru Murah…

- Teknologi Artificial Intelligence (AI) belakangan menunjukkan dampak baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya dan berimbas ke pengguna akhir. Berkat AI, pengguna kini makin susah buat beli ponsel atau HP murah.

Bagaimana tidak demikian? Permintaan AI meningkat sehingga pengembangannya berjalan masif. Dengan demikian, kebutuhan infrastruktur pusat data untuk mengembangkan AI juga ikut naik. Pusat data AI ini sangat bergantung dengan komponen memori dan chip.

Baca juga: IDC: Pasar Smartphone Global Anjlok 4 Persen Akibat Krisis Memori

Alhasil, krisis memori global pun tak terelakkan saat pasokan diprioritaskan untuk industri AI yang tengah berkembang masif. Krisis memori akibat AI itu membuat biaya produksi HP meningkat sehingga memengaruhi harganya, terutama untuk model ponsel murah.

Dampak nyata AI itu bisa ditelusuri lewat kondisi pasar HP global belakangan. Laporan terbaru dari dua firma riset ternama, Counterpoint Research dan IDC, kompak menyebut bahwa pangsa pasar HP global pada periode kuartal I (Q1) 2026 (Januari-Maret) turun.

Pasar HP lesu pada awal tahun 2026

IDC melaporkan pasar smartphone global pada kuartal pertama 2026 dilaporkan turun 4,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu atau year over year (YoY).

Di periode Q1 2026, IDC menyebut terdapat 289,7 juta perangkat dikapalkan (shipment). Jumlah pengiriman HP tersebut menurun dibandingkan kuartal I-2025 dengan volume 302 juta unit.

Sementara itu, Counterpoint menaksir penurunan pangsa pasar HP global lebih tinggi dibanding IDC. Counterpoint menyebut pasar smartphone pada kuartal I-2026 turun 6 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Counterpoint tidak menampilkan detail detail jumlah unit HP yang dikirimkan atau dikapalkan secara global di periode Q1 2026 dan Q1 2025.

Meski demikian, IDC dan Counterpoint sama-sama menyebut bahwa pasar HP yang lesu di awal tahun ini disebabkan karena krisis memori hingga kenaikan harga smartphone.

Krisis memori akibat AI jadi pemicu pasar HP lesu

Menurut Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, krisis memori langsung berdampak pada pengiriman dan permintaan ponsel.

"Ketersediaan memori yang terbatas memaksa pemangkasan pengiriman, sementara harga memori yang jauh lebih tinggi mendorong kenaikan biaya bahan baku dan mendesak kenaikan harga oleh banyak merek ternama," kata Popal, dikutip dari blog resmi IDC.

Senada dengan IDC, Counterpoint juga menuding kelangkaan komponen memori, terutama tipe DRAM dan NAND menjadi penyebab lesunya pasar ponsel.

Menurut Counterpoint, kelangkaan memori terjadi akibat pasokan lebih diprioritaskan untuk pengembangan pusat data kecerdasan buatan (AI), alih-alih untuk perangkat konsumen seperti smartphone.

Harga HP naik dan memengaruhi minat beli

IDC dan Counterpoint juga sama-sama sepakat bahwa krisis memori akibat AI menyebabkan harga HP naik karena produsen perlu menyesuaikan biaya produksi untuk mendapatkan pasokan komponen yang langka.

Nabila Popal dari IDC menjelaskan, HP di beberapa pasar negara berkembang kini telah mengalami kenaikan harga hingga 40-50 persen. Kenaikan ini disebut memengaruhi permintaan HP di pasar yang sensitif terhadap harga.

"Di beberapa pasar negara berkembang, harga naik hingga 40-50 persen yang berdampak signifikan terhadap permintaan di wilayah yang sensitif pada harga," imbuhnya, dikutip dari situs resmi IDC.

Baca juga: Riset: Pasar Smartphone Global Turun 6 Persen Awal 2026, Imbas Krisis Memori

Kenaikan harga HP itu sudah terjadi di Indonesia. Hampir semua vendor smartphone telah menaikkan harga. Kenaikan harga tidak berlaku untuk semua model. Namun, setiap segmen, mulai dari entry-level, mid-range, hingga flagship sebagian mengalami kenaikan.

Sementara itu, Counterpoint menjelaskan bahwa produsen smartphone saat ini tengah menghadapi kenaikan biaya produksi (Bill of Materials/BOM) dan margin yang tertekan sehingga sebagian biaya dibebankan ke konsumen.

"Tekanan ini lebih terasa di segmen entry-level dan menengah. Sementara segmen premium relatif lebih tahan terhadap tekanan dari kenaikan biaya produksi ini," kata Analis Senior Counterpoint Research Shilpi Jain, dirangkum dari laman resmi Counterpoint.

Counterpoint menyebut bahwa pasar HP global lesu disebabkan karena daya beli konsumen lemah akibat kenaikan harga di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik di Timur Tengah.

Masih berlanjut hingga akhir 2027

Counterpoint memperkirakan tekanan pasar smartphone akan berlanjut sepanjang 2026, diiringi dengan krisis memori yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir 2027.

Dalam kondisi seperti ini, vendor smartphone, kata Counterpoint, disebut akan mengubah strategi mereka untuk lebih fokus ke nilai (value) dibanding volume penjualan.

Hal ini termasuk strategi mengurangi model dengan margin rendah, meningkatkan spesifikasi perangkat, serta mengandalkan ekosistem dan layanan untuk mendorong pertumbuhan.

Di sisi lain, tren perangkat refurbished atau bekas pakai diperkirakan akan semakin diminati, terutama oleh konsumen di segmen harga terjangkau.

Sementara itu, IDC mengatakan bahwa para vendor sebetulnya telah berupaya mengotak-atik strategi, termasuk pengendalian biaya yang lebih ketat, memangkas aktivitas pemasaran dan saluran distribusi, hingga memangkas spesifikasi perangkat.

Namun langkah tersebut dinilai belum mampu mendongkrak pertumbuhan pasar.

"Tahun ini merupakan titik balik kritis bagi vendor untuk berinovasi karena meningkatnya biaya komponen, energi, dan logistik akibat perang di Timur Tengah," ujar Popal.

Bos Xiaomi dan Nothing sudah wanti-wanti

Kondisi krisis memori ini membuat banyak vendor ponsel alami situasi sulit. Presiden Xiaomi, Lu Weibing pun buka-bukaan bagaimana krisis ini memengaruhi perusahaannya.

Menurut Weibing, Xiaomi kini harus membayar selisih harga sebesar 1.500 yuan (sekitar Rp 3,7 juta) untuk paket memori RAM dan storage 12 GB/512 GB, dibanding kuartal I-2025.

Singkatnya, belanja RAM Xiaomi dengan konfigurasi tadi pada kuartal awal 2026, lebih mahal 1.500 yuan dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu.

Penjelasan itu disampaikan Weibing dalam sebuah posting di media sosial Weibo. Harga untuk paket RAM/storage 16 GB/1 TB, bahkan lebih mahal lagi, tetapi rincian harganya tidak diungkap.

"Kenaikan harga memori akhir-akhir ini memang sangat jauh dari ekspektasi, dengan lonjakan harga empat kali lipat dibanding kuartal pertama tahun lalu," kata Weibing di Weibo, dirangkum dari GSM Arena.

Sebagai gambaran, katakan lah paket RAM 12 GB/512 GB pada tahun 2025 dibanderol 500 yuan (sekitar Rp 1,2 juta) per paket.

Bila mengacu pada pernyataan Weibing, harga untuk paket yang sama adalah sekitar 2.000 yuan (sekitar Rp 4,9 juta). Harganya nyaris setara dengan harga satu unit smartphone kelas menengah ke bawah.

Bagi Xiaomi, lonjakan harga RAM paling berdampak pada merek Redmi, karena merek ini fokus pada harga yang terjangkau. Akibatnya, ponsel-ponsel dari submerek Xiaomi ini mengalami kenaikan.

Carl Pei, CEO Nothing juga memeringatkan dampak krisis AI ini awal Januari 2026 lalu. Dalam sebuah posting di X, ia mengatakan bahwa AI mengubah permintaan pasar.

"Untuk pertama kalinya, smartphone bersaing langsung dengan infrastruktur AI dan harga memori melonjak tajam, sebagai imbasnya," kata Pei di akun resminya @getpeid.

Baca juga: Tren HP Murah China Berubah, Tanda-tandanya Terlihat di Indonesia

Ia pun terang-terangan bahwa "spek tinggi, harga miring" yang banyak digaungkan vendor sebagai nilai jual, tak akan lagi berlaku tahun ini.

"Hasilnya, beberapa segmen, terutama entry-level dan mid-range, akan naik 20 persen bahkan lebih, dan produsen yang selama ini mendominasi pasar ini akan kepayahan," kata Pei.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #saat #bikin #orang #makin #susah #buat #beli #baru #murah

KOMENTAR