AI Mulai Geser Pekerjaan Repetitif, Skill Baru Ini Makin Dicari Perusahaan
Ilsutrasi AI bantu coding.(Ist)
17:15
10 Mei 2026

AI Mulai Geser Pekerjaan Repetitif, Skill Baru Ini Makin Dicari Perusahaan

- Sebuah penelitian dari Harvard Business School memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana AI generatif mengubah pasar tenaga kerja. 

Riset berjudul "Displacement or Complementarity? The Labor Market Impact of Generative AI" ini ditulis oleh Profesor Suraj Srinivasan bersama Wilbur Xinyuan Chen dari Hong Kong University of Science and Technology dan Saleh Zakerinia dari Ohio State University. 

Tim peneliti menganalisis data lowongan kerja di Amerika Serikat dari 2019 hingga Maret 2025, mencakup hampir seluruh lowongan yang tersedia di pasar, dengan mengategorikan lebih dari 19.000 tugas pekerjaan di lebih dari 900 profesi.

Hasilnya cukup mengejutkan. Setelah peluncuran ChatGPT pada November 2022, lowongan pekerjaan untuk posisi yang banyak melibatkan tugas terstruktur dan repetitif turun sebesar 13 persen. 

Sebaliknya, permintaan terhadap pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analitis, teknis, dan kreatif justru melonjak 20 persen. 

Penurunan terbesar terjadi di sektor keuangan dan teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa AI generatif tidak semata-mata menghilangkan pekerjaan, melainkan juga menciptakan permintaan baru terhadap peran-peran yang bisa diperkuat oleh teknologi tersebut.

Baca juga: AI Tak Menggantikan Pekerjaan Manusia, tapi Kenapa Banyak PHK?

Kolaborasi manusia dan AI jadi kunci

Para peneliti menemukan bahwa pekerjaan yang paling berpotensi untuk ditingkatkan oleh AI adalah yang menggabungkan tugas-tugas otomatis dengan tugas lain yang tetap membutuhkan keterlibatan manusia. 

Profesi seperti mikrobiolog, analis keuangan, dan neuropsikolog klinis masuk dalam kategori ini. Dalam bidang keuangan misalnya, manajer investasi dan analis kini menggunakan alat berbasis AI untuk memproses dan mengevaluasi data pasar, namun penilaian akhir dan pengambilan keputusan tetap berada di tangan manusia.

Di sisi lain, untuk pekerjaan yang rentan terhadap otomasi, jumlah keterampilan yang diminta dalam lowongan kerja justru menyusut hingga 7 persen. 

Sementara untuk pekerjaan yang berpotensi diperkuat oleh AI, muncul permintaan terhadap keterampilan-keterampilan baru yang sebelumnya tidak banyak dicari perusahaan.

Skill yang makin dicari di era AI

Berdasarkan temuan penelitian, berikut keterampilan yang semakin dibutuhkan perusahaan untuk pekerjaan yang berpotensi diperkuat oleh AI:

  • Prompt writing: Kemampuan menulis instruksi yang tepat untuk mendapatkan hasil optimal dari alat-alat AI.
  • Literasi AI: Kemampuan memahami dan menggunakan alat-alat AI secara efektif dalam pekerjaan.
  • Kolaborasi manusia dan AI: Kemampuan bekerja berdampingan dengan sistem AI secara produktif dan efisien.
  • Aplikasi AI spesifik bidang: Penguasaan alat AI yang relevan dengan industri atau profesi tertentu.
  • Kemampuan penilaian situasional: Kapasitas membaca konteks dan mengambil keputusan kompleks yang tidak bisa diotomasi mesin.
  • Komunikasi interpersonal: Kemampuan berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain yang sulit direplikasi AI.

Menghadapi perubahan ini, Profesor Srinivasan merekomendasikan dua langkah utama bagi perusahaan. 

Pertama, berinvestasi dalam program pelatihan ulang bagi karyawan di posisi yang rentan tergantikan, terutama untuk mengembangkan keterampilan yang tidak bisa diotomasi seperti penilaian situasional dan komunikasi interpersonal. 

Kedua, mendorong peningkatan kemampuan AI secara berkelanjutan bagi karyawan di posisi yang bisa diperkuat teknologi ini.

Srinivasan menegaskan bahwa perusahaan sebaiknya memandang AI generatif sebagai alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan sekadar alat pemangkas biaya. 

Ia juga mengingatkan bahwa penelitian ini berfokus pada dampak jangka pendek di pasar tenaga kerja Amerika Serikat, sehingga dampak jangka panjang maupun efeknya di wilayah lain masih belum bisa dipastikan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Harvard Business School.

Baca juga: Coinbase Rombak Organisasi karena AI, 700 Karyawan Kena PHK

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. 

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #mulai #geser #pekerjaan #repetitif #skill #baru #makin #dicari #perusahaan

KOMENTAR