AS Khawatir dengan Mythos Anthropic, Program AI Bakal Dites sebelum Dirilis
- Belakangan ini, sejumlah pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) dilanda kekhawatiran dengan program Artificial Intelligence (AI) canggih seperti Mythos buatan Anthropic karena kemampuannya yang bisa menimbulkan ancaman pada keamanan siber.
Untuk kasus Mythos, model AI ini dapat mengidentifikasi celah keamanan sistem digital yang belum pernah terdeteksi. Dengan kemampuan itu, Mythos jadi buah bibir karena bisa disalahgunakan peretas untuk mengeksploitasi celah keamanan yang teridentifikasi.
Baca juga: Ditakuti Menkeu dan Bankir, Begini Kemampuan Mythos AI Anthropic yang Kontroversial
Dalam menghadapi kekhawatiran ini, pemerintah AS lantas bakal meningkatkan pengawasan terhadap pengembangan AI. AS meminta sejumlah perusahaan teknologi membuka akses awal ke model AI terbaru mereka untuk diuji sebelum dirilis ke publik.
Uji keamanan AI sebelum dirilis ke publik
Perusahaan yang diminta antara lain Microsoft, Google, dan xAI milik Elon Musk. Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Center for AI Standards and Innovation (CAISI) di bawah Departemen Perdagangan AS pada pekan lalu.
Melalui kerja sama ini, pemerintah AS akan mendapat akses lebih awal ke model-model AI baru untuk melakukan evaluasi risiko keamanan nasional sebelum teknologi tersebut digunakan secara luas.
CAISI mengatakan pengujian dilakukan untuk menilai berbagai potensi ancaman, mulai dari serangan siber hingga kemungkinan penyalahgunaan AI untuk kepentingan militer.
"Ilmu pengukuran yang independen dan ketat sangat penting untuk memahami AI mutakhir dan implikasinya terhadap keamanan nasional," kata Direktur CAISI, Chris Fall, dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Manuver Baru AS Hadapi China, Kini Perketat Aturan Smartphone
Microsoft mengatakan, akan bekerja sama dengan ilmuwan pemerintah AS untuk menguji sistem AI mereka, termasuk menyelidiki kemungkinan munculnya perilaku tak terduga dari model AI.
Microsoft juga akan mengembangkan dataset dan alur kerja bersama untuk pengujian model AI. Kesepakatan serupa sebelumnya juga telah diteken Microsoft dengan AI Security Institute di Inggris.
Langkah terbaru ini merupakan kelanjutan dari aturan pemerintahan Presiden Donald Trump pada Juli 2025 untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi dalam memeriksa model AI terkait risiko keamanan nasional.
Sebelumnya, pemerintah AS juga telah menjalin kerja sama serupa dengan OpenAI dan Anthropic sejak 2024, ketika CAISI masih bernama US AI Safety Institute pada era Presiden Joe Biden.
CAISI menyebut telah menyelesaikan lebih dari 40 evaluasi model AI, termasuk model canggih yang belum tersedia untuk publik.
Dalam beberapa pengujian, pengembang AI bahkan menyerahkan versi model dengan pengamanan yang dikurangi agar pemerintah dapat lebih mudah meneliti potensi risiko keamanan nasional.
Sementara itu, Pentagon pekan lalu juga mengumumkan kerja sama dengan tujuh perusahaan AI untuk menghadirkan kemampuan AI canggih ke jaringan rahasia Departemen Pertahanan AS.
Namun, Anthropic tidak termasuk dalam daftar tersebut karena masih terlibat perselisihan dengan Pentagon terkait batas penggunaan teknologi AI untuk kepentingan militer, dirangkum KompasTekno dari Reuters.
Baca juga: Iran Setop Pakai GPS AS, Beralih ke Sistem Navigasi China
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #khawatir #dengan #mythos #anthropic #program #bakal #dites #sebelum #dirilis