Karyawan Google Ditangkap, Pakai Data Rahasia untuk ''Main'' di Polymarket
Google merilis laporan tahunan Year in Search yang merangkum 10 topik paling banyak di-googling sepanjang tahun 2025.(KOMPAS.com/Marsha Bremanda)
14:54
30 Mei 2026

Karyawan Google Ditangkap, Pakai Data Rahasia untuk ''Main'' di Polymarket

- Seorang software engineer perangkat lunak Google ditangkap otoritas Amerika Serikat setelah diduga memakai data internal perusahaan untuk bermain di platform prediction market Polymarket.

Pria bernama Michele Spagnuolo itu dituduh melakukan insider trading atau perdagangan berdasarkan informasi rahasia demi meraup keuntungan pribadi dari taruhan online.

Menurut Departemen Kehakiman AS, Spagnuolo menggunakan data pencarian Google yang belum dipublikasikan untuk memasang taruhan soal siapa tokoh paling banyak dicari di Google sepanjang 2025.

Berkat informasi internal tersebut, pria 36 tahun itu disebut berhasil memperoleh keuntungan sekitar 1,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 20,2 miliar.

Baca juga: Google Rilis Year in Search 2025, Ini 10 Topik Paling Dicari Orang Indonesia Tahun Ini

Spagnuolo sendiri merupakan warga negara Italia yang bergabung dengan Google sejak 2014. Ia diketahui tinggal di Swiss dan kini menghadapi dakwaan pidana di pengadilan federal Manhattan, New York.

Pakai data rahasia Google

Ilustrasi kantor Google.The New York Times Ilustrasi kantor Google.Dalam dokumen tuntutan, jaksa menyebut Spagnuolo memakai akun Polymarket bernama “AlphaRaccoon”.

Lewat akun tersebut, ia memasang taruhan terhadap daftar “most searched people” atau tokoh paling banyak dicari di Google sebelum hasil resminya diumumkan ke publik.

Salah satu taruhan paling mencurigakan terjadi pada November 2025.

Saat itu, Spagnuolo bertaruh bahwa musisi indie pop D4vd bakal menjadi sosok paling banyak dicari di Google tahun 2025. Padahal di Polymarket, probabilitas D4vd menjadi pencarian nomor satu, nyaris nol persen.

Namun ternyata, data internal Google memang menunjukkan nama D4vd sedang melonjak drastis. Hal ini terjadi setelah penyanyi bernama asli David Anthony Burke tersebut ditangkap dan didakwa atas kasus pembunuhan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun.

Ketika Google akhirnya merilis daftar resmi pada Desember 2025 dan D4vd benar-benar berada di posisi teratas, taruhan Spagnuolo langsung menghasilkan keuntungan besar.

Selain D4vd, Spagnuolo juga disebut sempat bertaruh bahwa rapper Kendrick Lamar akan masuk daftar pencarian teratas saat data internal Google menunjukkan tren pencarian Lamar sedang naik.

Baca juga: DuckDuckGo Mendadak Naik Daun setelah Pengumuman Google

Tanggapan Google

Google mengatakan pihaknya kini bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus tersebut.

Perusahaan juga menegaskan bahwa penggunaan informasi rahasia internal untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan perusahaan.

“Pegawai tersebut mengakses materi internal menggunakan tools yang tersedia untuk semua karyawan, tetapi penggunaan informasi rahasia untuk taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami,” kata juru bicara Google.

Google juga mengonfirmasi Spagnuolo telah dibebastugaskan sementara sambil menunggu proses hukum berjalan.

Polymarket ikut bantu investigasi

Ilustrasi Polymarket.Patrickmcdonnell | Dreamstime.com Ilustrasi Polymarket.

Polymarket mengatakan pihaknya turut membantu investigasi aparat terhadap aktivitas akun “AlphaRaccoon”.

Perusahaan yang didirikan pada 2020 itu bahkan mengeklaim menjadi platform prediction market pertama yang berhasil membantu aparat menghasilkan dakwaan insider trading di Amerika.

Menurut jaksa, Spagnuolo juga sempat mencoba menyamarkan aktivitas transaksi kriptonya menggunakan layanan privasi tambahan untuk mengaburkan jejak taruhan.

Ia juga disebut mengganti nama akun setelah pengguna di X dan Discord mulai curiga akun tersebut milik orang dalam Google.

Kasus ini menambah sorotan terhadap prediction market seperti Polymarket yang belakangan makin populer.

Prediction market memungkinkan pengguna memasang taruhan atas berbagai peristiwa dunia nyata, mulai dari politik, olahraga, tren internet, hingga kriminalitas.

Secara konsep, prediction market seperti Polymarket memang sering dianggap mirip judi karena pengguna mempertaruhkan uang atas hasil suatu peristiwa. Namun bedanya, prediction market dibungkus sebagai “pasar prediksi”.

Jadi pengguna bukan sekadar taruhan menang-kalah seperti judi bola, tetapi membeli “posisi” berdasarkan kemungkinan suatu kejadian terjadi.

Pengguna misalnya bisa memasang prediksi soal siapa pemenang pemilu, harga Bitcoin, tren internet, sampai tokoh paling banyak dicari di Google.

Jika prediksi benar, pengguna mendapat keuntungan. Jika salah, uang yang dipasang bisa hilang. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memblokir Polymarket baru-baru ini, karena disebut mempromosikan perjudian.

Di AS sendiri, Polymarket beberapa kali mendapat sorotan regulator karena dianggap menawarkan aktivitas mirip taruhan tanpa izin penuh.

Baca juga: Komdigi Blokir Polymarket di Indonesia, Disebut Judi Online Berbasis Kripto

Namun, Polymarket berargumen platform mereka merupakan “information market” atau pasar informasi, bukan situs judi tradisional.

Yang membuat kasus engineer Google ini menjadi lebih serius bukan cuma karena bermain taruhan, tetapi karena ia diduga memakai data rahasia internal perusahaan untuk memastikan prediksinya menang.

Karena itu, jaksa AS menjeratnya dengan insider trading, mirip kasus orang dalam bursa saham yang memakai informasi rahasia perusahaan untuk mencari keuntungan sebelum publik mengetahuinya.

Sebelumnya pada April lalu, jaksa AS juga mendakwa seorang tentara Angkatan Darat AS karena memakai informasi rahasia operasi militer untuk memasang taruhan terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Polymarket, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters dan Bloomberg.

Tag:  #karyawan #google #ditangkap #pakai #data #rahasia #untuk #main #polymarket

KOMENTAR