Tragedi di Benteng Laferriere Haiti, 30 Orang Tewas karena Desak-desakan
Ilustrasi Haiti - Sebuah kastil bernama Citadelle Laferriere (PIXABAY/janeb13).(PIXABAY/janeb13)
18:07
14 April 2026

Tragedi di Benteng Laferriere Haiti, 30 Orang Tewas karena Desak-desakan

Haiti kembali berduka setelah sebuah insiden desak-desakan (stampede) di salah satu lokasi wisata paling ikonik negara itu menelan sedikitnya 30 korban jiwa pada Sabtu (11/4/2026).

Tragedi tersebut terjadi di kawasan Citadelle Laferriere, benteng bersejarah yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu destinasi wisata paling ramai di Haiti.

Kerumunan padat dan hujan deras picu kekacauan

Menurut Kepala Perlindungan Sipil Departemen Nord, Jean Henri Petit, insiden bermula di dekat pintu masuk area Citadelle ketika ribuan pengunjung memadati kawasan itu untuk mengikuti pertemuan tahunan memperingati berdirinya benteng tersebut.

Banyaknya pelajar serta wisatawan yang hadir setelah acara tersebut dipromosikan secara luas di media sosial, membuat lokasi semakin sesak.

Baca juga: Tak Hanya Pantai, Ini 5 Pilihan Liburan di Haiti

Situasi makin memburuk ketika hujan lebat turun tiba-tiba, memicu kepanikan yang berujung pada desak-desakan fatal.

Otoritas setempat memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa masih berpotensi meningkat, mengingat proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung.

Duka mendalam dan investigasi menyeluruh

Perdana Menteri Haiti, Alix Didier Fils-Aimé, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan seluruh otoritas terkait untuk penanganan darurat serta penyelidikan menyeluruh mengenai penyebab tragedi ini.

“Momen berduka ini menjadi masa penuh penderitaan bagi para keluarga yang kehilangan,” ujar Fils-Aimé dalam pernyataannya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Komunikasi Emmanuel Menard mengonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa 30 orang dipastikan meninggal dalam insiden tersebut.

Beberapa korban luka tengah menjalani perawatan, dan tim penyelamat masih mencari kemungkinan korban lain yang belum ditemukan.

Benteng Laferriere, simbol kemerdekaan Haiti

Dibangun pada awal abad ke-19 oleh pemimpin revolusi Haiti Henri Christophe, Citadelle Laferrière, juga dikenal sebagai Citadelle Henry, merupakan benteng raksasa yang menjadi simbol pertahanan dan kemerdekaan Haiti setelah lepas dari Perancis.

Benteng ini berdiri megah di pegunungan dekat kota Milot dan selama bertahun-tahun menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca juga: Kericuhan Geng Kriminal di Haiti, Kapal Pesiar Royal Carribean Hentikan Pelayaran ke Labadee

Namun, popularitas situs bersejarah tersebut juga menghadirkan tantangan dalam pengelolaan kerumunan, terutama saat acara besar seperti peringatan tahunan ini.

Tragedi yangmMeningkatkan kekhawatiran di tengah krisis nasional

Kejadian ini menambah daftar panjang peristiwa tragis yang menimpa Haiti dalam beberapa tahun terakhir. Negara tersebut masih menghadapi kekerasan geng bersenjata, yang telah menewaskan ribuan orang, serta beberapa bencana lain seperti:

  • Ledakan tangki bahan bakar tahun 2024 yang menewaskan sekitar 24 orang
  • Ledakan serupa pada 2021 yang merenggut 90 nyawa
  • Gempa besar 2021 yang menyebabkan sekitar 2.000 korban jiwa

Insiden desak-desakan di Citadelle ini memperburuk suasana nasional yang sudah penuh ketidakpastian dan kecemasan.

Tag:  #tragedi #benteng #laferriere #haiti #orang #tewas #karena #desak #desakan

KOMENTAR