Jelajah Banyuwangi: Belajar Akar Budaya, Terpesona Magisnya Hutan De Djawatan
Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur kembali membuktikan daya tariknya sebagai magnet bagi wisatawan, termasuk para pesohor tanah air.
Baru-baru ini, grup selebritas The Dudas Minus One yang beranggotakan Raffi Ahmad, Ariel NOAH, Desta, dan Gading Marten, terjun langsung mengeksplorasi keindahan alam dan kuliner di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Selama dua hari perjalanan, keindahan Banyuwangi sukses meninggalkan kesan mendalam bagi mereka.
Baca juga: Festival Songkran 2026 di Thailand Berujung Duka, 95 Orang Meninggal
Kagumi Lanskap Alam
Salah satu destinasi yang paling mencuri perhatian adalah De Djawatan Forest di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Sebuah hutan trembesi raksasa yang memberikan atmosfer layaknya film fantasi.
Raffi Ahmad tak mampu menyembunyikan kekagumannya terhadap keunikan alam Banyuwangi.
“Banyuwangi sangat keren!” seru Raffi Ahmad saat mengabadikan momen di tengah pepohonan raksasa tersebut, yang kemudian diamini oleh rekan-rekan lainnya.
Kekaguman serupa juga muncul saat rombongan menyambangi Air Terjun Jagir. Selain menikmati panorama air terjun yang jernih, interaksi hangat dengan warga lokal membuat suasana semakin hidup.
Baca juga: 4 Desa Wisata di Jawa Tengah untuk Touring Motor
Sensasi "Tamparan" Nasi Tempong
Eksplorasi wisata Banyuwangi tidak lengkap tanpa mencoba kuliner ikoniknya. Pilihan mereka jatuh pada Nasi Tempong Mbok Nah yang legendaris, lokasinya di pusat kota, tepatnya di Jl. Kolonel Sugiono No.16, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi.
Bagi Raffi dan kawan-kawan, pengalaman mencicipi sambal segar khas Osing ini adalah agenda wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Banyuwangi.
“Jadi kalau kalian mau cobain makanan enak di Banyuwangi, ada namanya Mbok Nah. Ini ternyata nasinya enak dan lezat,” ujar Raffi melalui unggahan di akun Instagramnya.
Tak hanya menikmati sendiri, Raffi juga sempat melempar testimoni kepada rekan setimnya untuk memastikan kelezatan hidangan tersebut, yang langsung disambut seruan “Mantap!” oleh Ariel, Desta, dan Gading sembari tertawa bersama warga di warung tersebut.
Untuk diketahui, nasi atau sego tempong adalah makanan khas Banyuwangi yang terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayuran rebus, dan sambal mentah super pedas.
Istilah tempong berasal dari bahasa suku asli Banyuwangi yaitu suku Osing yang berarti "tampar", merujuk pada sensasi pedas sambal yang mengejutkan lidah seperti tamparan.
Baca juga: Anak-anak Gratis Naik MRT di Bangkok Thailand, Ini Syaratnya
Menyelami "Jiwa" Suku Osing di Kemiren
Eksplorasi dimulai dengan mengunjungi Desa Wisata Adat Kemiren, sebuah destinasi yang menjadi penjaga gawang kebudayaan suku Osing.
Wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan, tetapi desa yang dikenal dengan arsitektur rumah adatnya yang khas, yaitu rumah tigan atau crocogan dengan bentuk atap yang memiliki filosofi tersendiri tersebut juga memberikan pengalaman budaya yang menarik untuk dirasakan.
Keunikan Kemiren terletak pada kemampuannya mempertahankan jati diri di tengah modernitas. Wisatawan bisa melihat langsung bagaimana masyarakat lokal melestarikan bahasa Osing dan kesenian tradisional seperti Tari Gandrung yang menjadi ikon Banyuwangi.
Kehadiran figur publik ini secara tidak langsung mempertegas bahwa Banyuwangi memiliki paket wisata yang lengkap: mulai dari hutan yang magis seperti di film Lord of the Rings, air terjun yang menyegarkan, hingga kekayaan kuliner yang menggugah selera.
Tag: #jelajah #banyuwangi #belajar #akar #budaya #terpesona #magisnya #hutan #djawatan