Strategi Kemenhut Jadikan Bromo Ikon Jatim Wisata Internasional
Ilustrasi Bromo. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi mengumumkan penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Penutupan ini akan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 6 hingga 12 April 2026.(Dok. Freepik/jcomp)
08:35
18 April 2026

Strategi Kemenhut Jadikan Bromo Ikon Jatim Wisata Internasional

KOMPAS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai serius mendorong Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai destinasi wisata berkelas dunia. 

Kawasan Bromo disebut jadi salah satu prioritas utama dalam program pengembangan taman nasional unggulan Indonesia.

Dikutip dari ANTARA, pada Selasa (14/4/26), Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa pemerintah memang menargetkan sejumlah taman nasional naik kelas ke level internasional, dan Bromo termasuk yang paling diunggulkan.

“Pemerintah memiliki target menjadikan sejumlah taman nasional di Indonesia sebagai kawasan berkelas dunia dan Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu prioritas utama,” ujarnya saat menghadiri peletakan batu pertama Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT), dikutip dari ANTARA Senin, (13/4/26).

Baca juga: Ada Jalur Lingkar Kaldera Tengger di Gunung Bromo, Apa Itu?

Langkah ini bukan sekadar wacana. Kemenhut menyiapkan strategi besar berupa pengelolaan taman nasional secara terintegrasi. 

Dari total 57 taman nasional di Indonesia, beberapa dipilih untuk dikembangkan lebih serius agar mampu bersaing di kancah global.

"Kami menargetkan beberapa di antaranya menjadi kelas dunia. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu yang diunggulkan," tuturnya.

Salah satu proyek kunci dalam strategi tersebut adalah pembangunan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). 

Foto Penunggang Kuda di Gunung Bromo MalangCanva.com Foto Penunggang Kuda di Gunung Bromo Malang

Baca juga: Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara untuk Pemulihan Ekosistem, Cek Jadwalnya

Infrastruktur ini dirancang bukan hanya untuk mendukung pariwisata, tapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. 

Proyek ini mencakup perlindungan ekologi, konservasi flora dan fauna, pengelolaan tata air, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut Satyawan, JLKT menjadi instrumen penting untuk menyelaraskan berbagai kepentingan di kawasan Bromo. 

Mulai dari konservasi alam hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, semuanya diharapkan bisa berjalan beriringan. 

Baca juga: Liburan ke Bromo? Ini 6 Aktivitas yang Wajib Dicoba

Selain aspek lingkungan, Kemenhut juga menaruh perhatian besar pada budaya lokal. Identitas masyarakat Tengger disebut sebagai bagian penting yang tidak boleh hilang dalam proses pengembangan kawasan wisata. 

Pengelolaan berbasis kearifan lokal menjadi prinsip utama agar Bromo tetap punya karakter khas di mata dunia.

“Kami berharap pembangunan JLKT menjadi langkah awal transformasi kawasan wisata Bromo menuju pengelolaan yang berkelanjutan,” kata Satyawan.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris menilai pembangunan jalur kaldera ini sebagai momentum penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan Tengger. 

Gunung Bromo.Dok. KEMENPAR Gunung Bromo.

Baca juga: Kawasan Wisata Bromo Tutup Sementara Mulai 6 April 2026, Kapan Buka Lagi?

Jalur sepanjang kurang lebih 13 kilometer itu diharapkan mampu mengatur lonjakan wisatawan tanpa merusak lingkungan maupun budaya setempat. 

Ia juga menekankan bahwa Bromo bukan hanya soal keindahan alam dan potensi ekonomi. 

Kawasan ini memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus dijaga bersama, sehingga pengembangannya tidak boleh hanya mengejar aspek pariwisata semata. (Antara News)

Dengan strategi terintegrasi ini, pemerintah berharap Bromo tak hanya makin populer sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kawasan konservasi bisa dikelola secara seimbang—antara alam, budaya, dan ekonomi.

Baca juga: Bromo Akan Tutup Total Selama Nyepi, Lalu Bagaimana Saat Lebaran Ini?

Baca juga: Longsor di Bromo: Terjadi di Bukit Kedaluh dan Kini Jalur Sudah Bisa Dilewati

Tag:  #strategi #kemenhut #jadikan #bromo #ikon #jatim #wisata #internasional

KOMENTAR