Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi, Jumlah Penumpang KRL Cikarang Naik
Stasiun Bekasi Timur kembali beroperasi normal mulai Rabu (29/4/2026) siang pasca-kecelakaan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam.
Saat ini, KAI Commuter mencatat volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur terus meningkat, khususnya pada libur panjang akhir pekan (long weekend).
"Pada Sabtu kemarin (2/5/2026), volume pengguna yang naik sebanyak 8.412 orang dan 9.275 orang yang turun di Stasiun Bekasi Timur," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Cara Naik LRT dari Bekasi Timur, Alternatif Transportasi Imbas Kecelakaan KRL
Sebelumnya, volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur mencapai 5.266 orang yang naik dan 2.820 orang yang turun pada Rabu (29/4/2;026).
Bertambah menjadi 8.188 penumpang naik dan 9.268 penumpang turun di stasiun pada Kamis (30/4/2026).
Adapun pada awal libur panjang Jumat (1/5/2026) volume penumpang menyentuh angka 14.000 dengan rincian 6.590 penumpang naik dan 7.527 penumpang turun.
Baca juga: Seluruh Penumpang Argo Bromo Anggrek Selamat dalam Insiden Tabrakan di Bekasi Timur
Operasional KRL Cikarang berangsur normal
Lebih lanjut, Karina menjelaskan bahwa operasional layanan perjalanan Commuter Line Cikarang juga berangsur normal.
Stasiun Bekasi Timur kembali beroperasi normal mulai Rabu (29/4/2026) siang pascakecelakaan KRL Cikarang-KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam. Saat ini, KAI Commuter mencatat volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur terus meningkat, khususnya pada libur panjang akhir pekan (long weekend).
Namun, Karina juga menggarisbawahi bahwa di lokasi terjadinya insiden itu masih dilakukan pembatasan kecepatan bagi seluruh perjalanan kereta.
Mulai Kamis (30/4/2026), jumlah layanan perjalanan Commuter Line Cikarang mencapai 281 perjalanan di lintas Cikarang. Di sisi ketepatan waktu perjalanan juga terus membaik.
Keterlambatan waktu perjalanan makin berkurang pasca-proses evakuasi. Pada Kamis (30/4/2026), rata-rata waktu keterlambatan keberangkatan adalah 25 menit.
Baca juga: KAI Operasikan 29 Kereta Ekonomi New Generation, Cek Rute dan Tarifnya
Durasinya berkurang menjadi 15 menit pada Jumat (1/5/2026), dilanjutkan pada Sabtu (2/5/2026) dengan rata-rata waktu keterlambatan keberangkatan menjadi sekitar 9-10 menit, seiring terus dilakukannya proses normalisasi jalur rel.
“Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur,” kata Karina.
"Apalagi, keberadaan Commuter Line sudah menjadi kebutuhan untuk mobilitas masyarakat dengan berbagai kepentingannya. Terutama untuk bekerja," tambah dia.
Baca juga: Mulai 1 Mei 2026, Ada Perubahan Jadwal Kereta di Daop 5 Purwokerto
Hampir sepekan berselang, KAI Commuter kembali menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran para pengguna selama masa evakuasi dan recovery.
Sembari mengimbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang sudah penuh, serta selalu mendahulukan pengguna yang akan keluar.
Baca juga: Lokasi Refund Tiket Kereta Imbas Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek
Tag: #stasiun #bekasi #timur #kembali #beroperasi #jumlah #penumpang #cikarang #naik