Kapal Pesiar MV Hondius, Titik Awal Wabah Hantavirus yang Sebabkan 3 Orang Meninggal
Kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. Satu penumpangnya dikonfirmasi meninggal dunia akibat hantavirus.(DOK. ANTARTICA CRUISES)
12:42
6 Mei 2026

Kapal Pesiar MV Hondius, Titik Awal Wabah Hantavirus yang Sebabkan 3 Orang Meninggal

Tiga orang meninggal dalam perjalanan di atas kapal pesiar MV Hondius akibat wabah hantavirus.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang biasa menyebar dari hewan pengerat, seperti mencit dan tikus, melalui feses, air liur, atau urinnya.

Dilansir dari BBC, Rabu (6/5/2026), ketiga penumpang kapal yang meninggal merupakan pasangan suami istri warga negara Belanda, serta satu orang warga negara Jerman.

Dari total tiga orang yang meninggal, sejauh ini baru satu korban yang telah dikonfirmasi meninggal akibat wabah hantavirus. Ia adalah penumpang perempuan asal Belanda tersebut.

Sementara itu, penyebab meninggal dua penumpang lainnya masih terus diselidiki hingga saat ini.

Di sisi lain, operator kapal MV Hondius juga melaporkan adanya dua anggota kru menunjukkan gejala pada pernapasan, sebagaimana gejala hantavirus bermula.

Wabah hantavirus ini dilaporkan terjadi di atas kapal pesiar yang sedang berlayar dari Argentina ke Tanjung Verde.

Mengenal kapal pesiar MV Hondius

Tarif perjalanan capai Rp 135 jutaan per orang

MV Hondius merupakan kapal pesiar ekspedisi ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk berlayar di perairan berglombang, khususnya di wilayah kutub.

Kapal pesiar berukuran sekitar 147 meter ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 dan mampu mengangkut hingga 170 penumpang, dikutip dari Antartica Cruises.

Rute pelayaran kapal pesiar MV Hondius umumnya menuju Antartika selama musim dingin di Amerika Utara, serta beralih ke wilayah Arktik pada musim panas di Amerika Utara.

Kamar dalam kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. Satu penumpangnya dikonfirmasi meninggal dunia akibat hantavirus.DOK. ANTARTICA CRUISES Kamar dalam kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. Satu penumpangnya dikonfirmasi meninggal dunia akibat hantavirus.

Kapal pesiar MV Hondius menawarkan perjalanan dengan durasi dari 10 hari hingga lebih dari 19 hari dengan tarif mulai dari 7.500 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 135 jutaan per orang.

Perjalanan ini biasanya dimulai dari Ushuaia, Argentina, menuju Antartika, dengan tujuan memberi pengalaman melihat penguin dan mengamati paus di habitat alaminya.

Lebih lanjut, bagian dalamnya kapal MV Hondius menawarkan akomodasi bintang empat yang nyaman bagi penumpang di suite dan kabin dalam delapan kategori berbeda.

Dilengkapi juga dengan kamar mandi, televisi, pengering rambut, lemari, sampai akses Wi-Fi di setiap kabin atau kamar dalam kapal.

Selama berlayar, para penumpang akan ditemani oleh 71 anggota kru dan staf, termasuk tim ekspedisi dan tim hotel.

Fakta wabah hantavirus dalam kapal pesiar

Tiga orang meninggal dalam perjalanan di atas kapal pesiar MV Hondius akibat hantavirus. Lantas, seperti apa MV Hondius?shutterstock Tiga orang meninggal dalam perjalanan di atas kapal pesiar MV Hondius akibat hantavirus. Lantas, seperti apa MV Hondius?

Sebelum wabah hantavirus ditemui dalam kapal pesiar ini, MV Hondius diketahui pertama kali bertolak dari Ushuaia pada lebih dari sebulan yang lalu.

Kapal pesiar MV Hondius membawa 149 orang yang berasal dari 23 negara, termasuk 17 warga AS.

Kapal tersebut singgah di Antartika sebelum kembali ke Ushuaia untuk bermalam dan berangkat lagi pada Rabu (1/4/2026), berdasarkan data Marine Traffic dilansir via CNN.

Kemudian kapal tersebut singgah di wilayah seberang laut Inggris, Saint Helena, sebelum berlabuh pada hari Minggu di lepas pantai Praia.

Menurut Direktur WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, hantavirus biasanya memiliki masa inkubasi satu hingga enam minggu sebelum pasien mulai menunjukkan gejala. Ia menduga para korban jatuh sakit beberapa waktu setelah terinfeksi.

Menurut WHO, para penumpang yang jatuh sakit mengalami gejala antara Senin (6/4/2026) hingga Selasa (28/4/2026), termasuk demam, gejala gangguan pencernaan, perkembangan cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok.

Dalam perjalanan mereka, para penumpang mengunjungi beberapa pulau terpencil di dunia, di mana mereka akan melihat banyak satwa liar, termasuk paus, lumba-lumba, penguin, dan burung laut, menurut rencana perjalanan tersebut.

Hewan pengerat yang menjadi penyebab hantavirus, hidup di beberapa tempat ini sehingag diduga menjadi pemicu sumber infeksi terjadi di pulau-pulau tersebut.

Tag:  #kapal #pesiar #hondius #titik #awal #wabah #hantavirus #yang #sebabkan #orang #meninggal

KOMENTAR