Penerbangan Japan Airlines Tertunda, Awak Kabin Terdeteksi Konsumsi Alkohol
Japan Airlines mengonfirmasi bahwa penerbangan dari Hiroshima ke Bandara Haneda Tokyo pada Sabtu (23/5/2026) mengalami penundaan sebab seorang pramugari dinyatakan positif mengonsumsi alkohol.
Dilansir Kompas.com dari Japan Today pada Kamis (28/5/2026), pesawat tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara Hiroshima hari Sabtu pukul 07.40 pagi dengan membawa 186 penumpang.
Namun, karena insiden tersebut, penerbangan pesawat mengalami penundaan sekitar 40 menit dan baru diberangkatkan pukul 08.22 pagi.
Pada pernyataan JAL, petugas tersebut merupakan seorang kepala pramugari. Dalam aturan perusahaan, mereka hanya diizinkan minum selang 12 jam sebelum bertugas dengan batasan empat minuman saja.
Sementara itu, kepala pramugari yang telah melewati tes alkohol tersebut justru dinyatakan positif alkohol diluar batas wajar dan langsung diberhentikan dalam tugas penerbangan.
Baca juga: Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Tangani Bagasi di Bandara
Baca juga: Awak Kabin Japan Airlines Kini Bisa Pakai Sneakers Demi Kenyamanan
Insiden konsumsi alkohol oleh awak pesawat
Kejadian ini bukanlah hal pertama yang terjadi pada penerbangan Japan Airlines.
Sebelumnya, pada tahun 2024 seorang kapten dan kopilot pernah mencoba berbohong dari tes konsumsi alkohol sebelum penerbangan dari Melbourne, Australia ke Narita dekat Tokyo.
Selain itu, tahun 2025 penerbangan dari Honolulu, Amerika Serikat ke Jepang juga tertunda selama lebih dari 18 jam setelah pilot terdeteksi mengonsumsi alkohol.
Mendapati kejadian yang berulang, Yukio Nakagawa kepala petugas keselamatan JAL dan direktur perusahaan meminta maaf kepada publik dan berjanji akan mengusut tuntas masalah ini dengan serius.
“Kami sangat menyesal bahwa insiden terkait alkohol yang berulang bisa merusak kepercayaan publik terhadap perusahaan kami” ujarnya.
“Kami memandang masalah ini dengan sangat serius. Kedepannya, kami berkomitmen untuk segera memperkuat langkah-langkah pencegahan dan bekerja sama untuk memastikan penegakkan hukum yang ketat dan tanpa cela” tambahnya.
Yukio juga menyayangkan bahwa insiden ini bisa saja terjadi akibat hierarki yang memungkinkan pramugari junior segan menghentikan kepala pramugari untuk konsumsi alkohol secara berlebihan.
JAL telah melaporkan insiden tersebut kepada Kementerian Perhubungan Jepang dan saat ini sedang dilakukan tahapan investigasi.
Baca juga: Jepang Uji Coba Terapi Anime untuk Bantu Atasi Depresi
Tag: #penerbangan #japan #airlines #tertunda #awak #kabin #terdeteksi #konsumsi #alkohol