Minta Air Keran tapi Ditolak, Turis di Italia Gugat Hotel Rp 20 Juta
Wisatawan menggugat hotel di Dolomites, Italia, sebesar 2.700 euro (sekitar Rp 20,7 juta) akibat ditolak ketika minta air keran (tap water).
Kejadian ini bermula pada liburan akhir tahun 2019. Waktu itu, ada wisatawan yang mengambil paket menginap half-board di hotel bintang lima di resor ski Corvara. Paket tersebut mencakup makan malam gratis, tapi tidak termasuk minuman.
- Turis Rusak Patung Abad ke-16 di Italia, Kerugian Capai Rp 20 Jutaan
- Pulau di Italia Ini Larang Pedagang Cegat Turis di Jalan
Menurut laporan media Italia, masalah muncul di meja makan. Wisatawan tersebut berulang kali minta air keran kepada pelayan, bahkan berniat membayar air tersebut, tapi pihak restoran hotel tetap menolak permintaannya.
"(Selama menginap, wisatawan tersebut mengeluh) ia terus-menerus tidak diberi kesempatan untuk minum air keran, dan malah dipaksa membeli air kemasan," tulis laporan dari Corriere Alto Adige, dilansir dari The Guardian, Rabu (27/5/2026).
Sebagai gantinya, pihak hotel menyediakan botol air mineral berukuran 0,75 liter yang sudah ada di mejanya setiap malam. Harga sebotol air mineral itu adalah tujuh euro (sekitar Rp 145.074).
- Cuaca Ekstrem, Ikon Wisata Romantis di Italia Hancur Saat Valentine
- Overtourism, Desa di Pegunungan Italia yang Instagramable Ini Mulai Batasi Wisatawan
Ditolak saat minta air keran, turis gugat hotel Rp 20 juta
Air keran dianggap sama seperti fasilitas kamar
Seorang wisatawan menggugat hotel di Dolomites, Italia, karena tidak diberi air keran. Simak cerita di baliknya.
Berdasarkan berkas dokumen pengadilan, wisatawan tersebut merasa sangat kecewa. Ia pun memilih jalur hukum, dengan alasan air adalah "sumber daya alam dan hak asasi manusia yang universal".
Wisatawan tersebut juga menyampaikan, "penyediaan gratis dalam jumlah minimum yang vital diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan harus dijamin".
Wisatawan ini menganggap air keran adalah bagian integral dari layanan yang harus ada di setiap restoran atau hotel.
Dia menyamakannya dengan fasilitas standar hotel lainnya, seperti tempat tidur dengan seprai bersih. Oleh karena itu, dia merasa berhak mendapatkan air keran tersebut.
Dalam gugatannya, wisatawan ini menuntut kompensasi sebesar 2.700 euro (sekitar Rp 20,7 juta) untuk mengganti kerugian ekonomi. Selain itu, uang tersebut sebagai ganti atas tekanan emosional yang dia alami selama liburan.
Seorang wisatawan menggugat hotel di Dolomites, Italia, karena tidak diberi air keran. Simak cerita di baliknya.
Namun, pengadilan tingkat pertama langsung menolak kasus gugatan tersebut. Wisatawan tersebut dilaporkan tidak menyerah, lalu mengajukan banding. Namun, pengadilan tingkat kedua juga menolak gugatan tersebut untuk kedua kalinya.
Wisatawan ini lantas mengajukan banding ke Mahkamah Agung Kasasi Italia, yang akhirnya tetap ditolak. Pihak Mahkamah Agung Kasasi menyatakan, tidak ada undang-undang di Italia yang mewajibkan pemilik hotel untuk menyajikan air keran kepada pelanggan.
Sebagai informasi, meminta air keran gratis di Italia memiliki aturan tidak tertulis, yang mana dianggap sebagai pelanggaran etika atau kesopanan.
Hal tersebut terutama berlaku jika pelayan sudah menawarkan pilihan lain, seperti botol air mineral alami atau air soda terlebih dahulu.
Namun, perilaku wisatawan di Italia saat ini dinilai mulai berubah. Banyak dari mereka yang saat ini dianggap lebih berani.
- Kota di Italia Ini Akan Berlakukan Pajak Wisata untuk Anjing
- Mesin Terbakar di Udara, Pesawat Condor Tujuan Jerman Berhasil Mendarat Darurat di Italia
Tag: #minta #keran #tapi #ditolak #turis #italia #gugat #hotel #juta