Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,08%, lebih tinggi dibanding April 2026 yang sebesar 2,42%. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan pokok menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap daya beli masyarakat masih belum mereda. Foto ist.
12:34
2 Juni 2026

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Laju inflasi nasional kembali menunjukkan tren kenaikan pada Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,08%, lebih tinggi dibanding April 2026 yang sebesar 2,42%. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan pokok menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap daya beli masyarakat masih belum mereda.

Melansir BPS, Selasa (2/6/2026) melaporkan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada Mei 2026 sebesar 0,28%, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,35%.

Lonjakan inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar secara bulanan dengan andil 0,08%, disusul minyak goreng dan bawang merah yang masing-masing menyumbang 0,04%. Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan tomat juga ikut memperbesar tekanan inflasi.

Meski angka inflasi tahunan masih berada dalam rentang target pemerintah, tren kenaikan dari 2,42% pada April menjadi 3,08% pada Mei menunjukkan tekanan harga mulai kembali menguat setelah sempat melandai.

Situasi ini berpotensi mempersempit ruang konsumsi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sebagian besar pengeluarannya dialokasikan untuk kebutuhan pangan. Kenaikan harga cabai, bawang merah, dan minyak goreng merupakan faktor yang sangat sensitif terhadap kondisi keuangan rumah tangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,08%, lebih tinggi dibanding April 2026 yang sebesar 2,42%. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan pokok menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap daya beli masyarakat masih belum mereda. Foto BPS.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,08%, lebih tinggi dibanding April 2026 yang sebesar 2,42%. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan pokok menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap daya beli masyarakat masih belum mereda. Foto BPS.

Dari sisi tahunan, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,63%. Kondisi ini mencerminkan tingginya harga emas global yang turut merembet ke pasar domestik. Selain itu, kenaikan harga ikan segar, beras, daging ayam ras, dan tarif angkutan udara juga memperkuat tekanan inflasi sepanjang tahun.

Secara wilayah, inflasi tertinggi tingkat provinsi terjadi di Papua Barat sebesar 5,94%, jauh di atas rata-rata nasional. Sementara inflasi provinsi terendah tercatat di Lampung sebesar 1,94%.

Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,09%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,66%.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #inflasi #2026 #naik #lagi #harga #cabai #hingga #bawang #merah #tekan #daya #beli #masyarakat

KOMENTAR