Wisata ke Kawah Ijen Kini Wajib Daftar Lewat Aplikasi Ayo ke Taman Nasional
- Digitalisasi layanan publik terus dikembangkan di sektor pariwisata Indonesia, salah satunya pemberlakuan sistem pembelian tiket masuk Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alamat (TWA) lewat aplikasi "Ayo ke Taman Nasional".
Aplikasi tersebut telah mulai diuji coba sejak 13 Mei 2026 untuk tanggal kunjungan 18 Mei 2026, dan rencananya akan diluncurkan secara resmi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada 5 Juni 2026 di TWA Kawah Ijen dan TN Alas Purwo Banyuwangi.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) mengurai, layanan tersebut bertujuan untuk mempermudah pengunjung melakukan reservasi dan pembayaran cashless.
Baca juga: Ini Alasan Kawah Ijen Jadi Geopark Global UNESCO yang Mendunia
Selain itu juga sebagai upaya optimalisasi digitalisasi layanan publik dengan mendukung pendataan pengunjung secara digital, serta peningkatan transparansi serta optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) wisata alam.
Harga dan persyaratan surat sehat masih sama
Meski demikian, tidak ada perubahan harga tiket masuk meski wisatawan membayar menggunakan virtual account bank.
Begitu juga dengan persyaratan surat sehat yang wajib dilampirkan masih tetap diberlakukan seperti sebelumnya.
"Mulai hari Minggu besok resmi diberlakukan. Wisatawan yang sudah mendaftar akan mendapatkan ID TN. Akun bisa dipakai untuk daftar kunjungan di TN seluruh Indonesia," kata Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, Jumat (29/5/2026).
Wisatawan yang kena blacklist tidak akan bisa masuk
Imbasnya, jika pendaki melakukan sebuah pelanggaran berujung blacklist karena membakar hingga vandalisme, maka blacklist tersebut juga akan berlaku di seluruh TN atau TWA di Indonesia.
Wisatawan akan otomatis tertolak ketika melakukan pendaftaran tiket masuk. Hal tersebut mendorong wisatawan untuk lebih bijak dan bertanggungjawab ketika berkunjung.
Baca juga: Fakta Menarik Geopark Ijen: Blue Fire, Kawah Asam Terbesar, dan Misi Green Card UNESCO
Di sisi lain, ketika terjadi kecelakaan, asuransi juga akan lebih mudah ditelusuri karena identitas yang tercatat lengkap.
"Secara bertahap akan dikaitkan juga dengan RFID (Radio Frequency Identification) pakai gelang untuk deteksi ketika naik gunung, untuk memudahkan kalau ada SAR seperti pendaki kesasar atau hilang. Akan dibangun secara bertahap," jelasnya.
Kawah Ijen. Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki asal Licin, dilaporkan hilang di TWA Kawah Ijen, Banyuwangi dan kabut tebal paksa tim SAR hentikan pencarian sementara
Transparansi dari digitalisasi layanan ini juga sebagai upaya menghindari overbooking di TN atau TWA yang kerap terjadi, sehingga kuota yang disediakan dapat diisi dengan optimal oleh wisatawan yang benar-benar ingin berkunjung.
Nur Patria berharap, platform baru tersebut dapat memudahkan calon pengunjung sekaligus meningkatkan wisata yang bertanggungjawab dan bijaksana.
Baca juga: Sebab Blue Fire Ijen Padam dan Apakah Permanen? Ini Penjelasannya
"Jadi bijaksanalah berwisata untuk memperbaiki hal-hal yang sebelumnya belum terakomodasi dari pengunjung maupun pemerintah," tandasnya.
Tag: #wisata #kawah #ijen #kini #wajib #daftar #lewat #aplikasi #taman #nasional