Bandara Husein Segera Direaktivasi, Wali Kota Bandung Optimistis Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Bandara Husein Sastranegara. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kembali memperjuangkan adanya penerbangan rute baru di Bandara Husein Sastranegara untuk meningkatkan konektivitas transportasi udara.(KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA)
05:09
1 Juni 2026

Bandara Husein Segera Direaktivasi, Wali Kota Bandung Optimistis Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Kabar baik datang bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Bandara Husein Sastranegara dikabarkan akan segera direaktivasi setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi untuk mengaktifkan kembali bandara tersebut.

Pemerintah Kota Bandung pun menyambut positif langkah ini dan meyakini bahwa Bandara Husein dapat kembali menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa informasi mengenai reaktivasi Bandara Husein diterimanya usai kunjungan Presiden ke Kota Bandung pada 25 Mei 2026 lalu.

Baca juga: Bandara Husein Bandung dan Adi Sutjipto Yogya Bakal Buka untuk Penerbangan Sipil

Menurutnya, Presiden juga menginstruksikan agar Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta diaktifkan kembali secara bersamaan guna mendukung pengembangan ekonomi di berbagai daerah.

“Setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung, sore harinya saya mendapatkan kabar bahwa Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein dilakukan bersama-sama dengan Bandara Adi Sucipto,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (27/5/2026).

Bandara Husein tidak pernah sepenuhnya ditutup

Farhan menjelaskan bahwa selama ini Bandara Husein sebenarnya masih beroperasi. Namun, aktivitas penerbangan komersial dibatasi hanya untuk penerbangan berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dengan rute antarkota di Pulau Jawa.

Karena itu, reaktivasi yang dimaksud adalah mengembalikan fungsi bandara secara lebih optimal seperti sebelumnya, termasuk membuka kembali peluang peningkatan jumlah penerbangan domestik maupun internasional.

Pemerintah Kota Bandung menaruh harapan besar terhadap kebangkitan Bandara Husein. Farhan mengingatkan bahwa sebelum pembatasan operasional, bandara ini pernah mencatat jumlah penumpang yang sangat tinggi.

Pada tahun 2019, Bandara Husein melayani sekitar 3,8 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 juta merupakan penumpang domestik, sementara 800 ribu lainnya merupakan penumpang internasional.

Baca juga: Museum Srihadi Soedarsono, Ruang Sunyi di Tengah Riuhnya Bandung

Menurut Farhan, angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Bandara Husein terhadap perekonomian Kota Bandung, mulai dari sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi.

“Kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein dan pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung,” katanya.

Pemkot Bandung siapkan pembenahan infrastruktur

Sebagai bentuk dukungan terhadap rencana reaktivasi, Pemerintah Kota Bandung akan melakukan berbagai pembenahan infrastruktur pendukung, terutama akses transportasi menuju kawasan bandara.

Salah satu fokus utama adalah memperbaiki jalur keluar-masuk Bandara Husein, termasuk akses dari Tol Pasteur melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia dan kompleks TNI Angkatan Udara.

Baca juga: 7 Tempat Wisata Edukasi di Bandung yang Seru dan Edukatif untuk Anak

Selain itu, keberadaan Jalan Layang Nurtanio dinilai akan menjadi faktor penting dalam memperlancar arus kendaraan menuju bandara.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dari berbagai wilayah Bandung menuju Bandara Husein, baik dari arah barat maupun timur kota.

Kajian reaktivasi disiapkan

Farhan mengungkapkan bahwa saat ini proses kajian reaktivasi Bandara Husein tengah dipersiapkan oleh Bappenas bersama pemerintah pusat.

Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk pembagian porsi investasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri inaugurasi penerbangan perdana Susi Air di Bandara Husein Sastranegara, Rabu (2/7/2025). Dok. Pemkot Bandung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri inaugurasi penerbangan perdana Susi Air di Bandara Husein Sastranegara, Rabu (2/7/2025).

“Mudah-mudahan tahun ini mulai dihitung oleh Bappenas. Termasuk nanti menentukan sumber pembiayaan dan porsi investasi masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, karena sebagian besar anggaran tahun 2026 sudah berjalan, terdapat kemungkinan proyek pengembangan Bandara Husein akan menggunakan skema pembiayaan melalui pinjaman luar negeri.

Namun, mekanisme pengelolaan dan tanggung jawab pengembalian dana tetap akan ditentukan oleh pemerintah pusat.

Nasib Kertajati tetap di tangan pemerintah pusat

Terkait keberadaan Bandara Kertajati di Majalengka, Farhan menegaskan bahwa seluruh kebijakan pengembangannya tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat karena statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pemerintah daerah, kata dia, tidak memiliki kewenangan untuk menentukan arah pengembangan Kertajati, termasuk wacana menjadikannya pusat perawatan dan overhaul pesawat di masa mendatang.

Baca juga: Masyarakat Bandung Makin Gampang ke Bali, Bisa Naik KA Sangkuriang

Dengan adanya rencana reaktivasi Bandara Husein, Pemerintah Kota Bandung berharap konektivitas udara dapat kembali meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta investasi yang lebih besar di Kota Kembang.

Tag:  #bandara #husein #segera #direaktivasi #wali #kota #bandung #optimistis #jadi #motor #pertumbuhan #ekonomi

KOMENTAR