Kapal Wisata Dilarang ke Pulau Komodo Sampai 31 Mei 2026, Kenapa?
kapal wisata sedang berlabuh di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. (Kompas.com/nansianus taris)
09:14
30 Mei 2026

Kapal Wisata Dilarang ke Pulau Komodo Sampai 31 Mei 2026, Kenapa?

- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo kembali mengeluarkan maklumat pelayaran pada Jumat petang (29/5/2026).

Maklumat pelayaran berkaitan dengan pembatasan daerah pelayaran dan antisipasi perkembangan cuaca BMKG.

Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan pembatasan pelayaran dilakukan karena adanya potensi gelombang tinggi hingga 2,3 meter di perairan Selat Sape bagian selatan dan perairan Taman Nasional Komodo pada 30-31 Mei 2026.

Baca juga: Pelayaran Wisata ke Pulau Komodo Ditutup Sementara, Gelombang Capai 2,1 Meter

Kondisi tersebut menyebabkan pembatasan pelayaran ke TN Komodo diperpanjang sejak 29 Mei 2026.

"Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal yang melakukan aktivitas wisata hanya diberikan ke Pulau Rinca," imbuh dia.

Pulau Rinca masih aman

Pulau Rinca masih dinyatakan aman dengan jarak dari Labuan Bajo sekitar 12 nautical mile atau kurang lebih 22 kilometer melintasi laut.

Ini terhitung lebih dekat dari Pulau Komodo yang mencapai sekitar 49 kilometer.

Pulau Rinca di Taman Nasional (TN) Komodo.Dok. Kementerian PUPR. Pulau Rinca di Taman Nasional (TN) Komodo.

"Paling utama, Rinca masih aman karena pada lintasannya tidak ada perairan sempit serta tidak ada arus," kata Stephanus.

Selain pembatasan pelayaran, KSOP Kelas III Labuan Bajo juga mengimbau agar menghindari kegiatan wisata di perairan TN Komodo dan Selat Sape bagian selatan.

Baca juga: 10 Wisata di Labuan Bajo Selain Komodo, Ada Bukit, Pantai, hingga Desa Adat

"Kita juga mengimbau kepada nakhoda untuk kelaiklautan kapal dan memantau perkembangan prakiraan cuaca secara mandiri selama pelayaran," lanjut dia.

Selain itu, instruksi lain bagi nakhoda yakni melaksanakan safety briefing sebelum berlayar, tidak berlayar malam hari, memberitahukan kapal lain jika bahaya cuaca dan berlindung saat cuaca buruk, serta berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas jika cuaca semakin memburuk.

Tag:  #kapal #wisata #dilarang #pulau #komodo #sampai #2026 #kenapa

KOMENTAR