UNESCO Tetapkan 12 Global Geopark Baru 2026, 5 di Antaranya Ada di Asia!
Geopark Silokek. (DOK. Liputan Tim Kegiatan Publikasi RIMBA 2025)
20:07
30 Mei 2026

UNESCO Tetapkan 12 Global Geopark Baru 2026, 5 di Antaranya Ada di Asia!

KOMPAS.COM - Kabar menarik datang dari dunia pariwisata dan konservasi alam. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO resmi menetapkan 12 Global Geopark baru untuk tahun 2026. 

Menurut Timeout, pada (12/5/26) dari total tersebut, lima lokasi berada di kawasan Asia, memperkuat posisi benua ini sebagai rumah bagi sejumlah bentang alam paling unik dan bernilai geologis di dunia.

Penetapan terbaru ini tidak hanya menyoroti keindahan alam, tetapi juga pentingnya perlindungan warisan geologi, pendidikan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan geopark.

Baca juga: 6 Wisata Alam dan Taman Hiburan di Singapura dengan Pemandangan Hijau

Apa Itu UNESCO Global Geopark?

UNESCO Global Geopark merupakan kawasan geografis yang memiliki situs dan lanskap dengan nilai geologi internasional yang dikelola melalui konsep perlindungan, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. 

Berbeda dengan Situs Warisan Dunia UNESCO yang lebih fokus pada nilai budaya atau sejarah, geopark menitikberatkan pada warisan geologi serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaannya.

Menurut UNESCO, hingga 2026 jaringan Global Geopark kini mencakup 241 kawasan yang tersebar di 51 negara dengan total area lebih dari 882.000 kilometer persegi.

Baca juga: 6 Deretan Wisata Alam Tersembunyi di Karawang Untuk Melepas Penat

Asia Mendominasi Daftar Geopark Baru

Dari 12 geopark baru yang diumumkan, lima berada di Asia, yaitu dua di China, satu di Jepang, dan dua di Malaysia.

Kawasan-kawasan ini dipilih karena memiliki karakter geologi yang unik sekaligus menyimpan nilai budaya dan ekologi yang tinggi. 

1. Changshan UNESCO Global Geopark, China

Geopark Changshan menawarkan lanskap pegunungan subtropis yang kaya akan keragaman geologi. Kawasan ini dikenal memiliki bentang alam pegunungan yang terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun dan menjadi laboratorium alam penting bagi penelitian bumi.

2. Mt. Siguniang UNESCO Global Geopark, China

Salah satu geopark paling spektakuler dalam daftar baru ini adalah Gunung Siguniang di China. Kawasan tersebut terkenal dengan bentuk lahan glasial yang dramatis serta zona iklim vertikal yang berbeda-beda sesuai ketinggian. Lanskap pegunungan bersalju yang megah menjadikannya destinasi favorit bagi pendaki dan pecinta alam.

Baca juga: 7 Wisata Alam Bali yang Cantik dan Menyejukkan Selain Pantai

3. Mine-Akiyoshidai Karst Plateau UNESCO Global Geopark, Jepang

Jepang berhasil menambah satu geopark baru melalui Mine-Akiyoshidai Karst Plateau. Kawasan ini merupakan dataran karst terbesar di Jepang yang memiliki jaringan gua kapur luas dan formasi batuan unik hasil proses alam selama jutaan tahun. UNESCO menilai kawasan tersebut sebagai salah satu contoh terbaik bentang alam karst di Asia Timur.

4. Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia

Malaysia menjadi salah satu negara yang paling menonjol dalam daftar tahun ini dengan dua geopark baru. Lenggong UNESCO Global Geopark di negara bagian Perak terkenal karena nilai arkeologinya yang luar biasa.

Kawasan ini mencakup Lembah Lenggong yang sebelumnya telah masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Di lokasi tersebut ditemukan berbagai artefak manusia purba, situs pemakaman kuno, hingga jejak aktivitas manusia yang berlangsung selama hampir dua juta tahun. Selain itu, wilayah ini juga menyimpan bukti aktivitas vulkanik purba dan dampak tumbukan meteorit yang terjadi sekitar 1,8 juta tahun lalu.

Baca juga: 7 Wisata Alam Trenggalek yang Cocok untuk Healing dan Liburan Tenang

5. Sarawak Delta UNESCO Global Geopark, Malaysia

Geopark kedua Malaysia adalah Sarawak Delta yang terletak di bagian barat Pulau Kalimantan. Kawasan ini memiliki ekosistem delta sungai yang luas, hutan mangrove, gua, serta puluhan situs geologi yang mencerminkan sejarah pembentukan Asia Tenggara.

UNESCO menjelaskan bahwa wilayah ini berada di pertemuan dua massa daratan kuno yang terbentuk lebih dari 200 juta tahun lalu. Selain kaya akan warisan geologi, Sarawak Delta juga dikenal dengan keberagaman budaya masyarakat lokal serta kota Kuching yang berstatus UNESCO Creative City of Gastronomy.

Daftar Lengkap 12 UNESCO Global Geopark Baru 2026

Berikut daftar lengkap geopark baru yang resmi ditetapkan UNESCO untuk tahun 2026:

  • Changshan (China)
  • Mt. Siguniang (China)
  • Terres d’Hérault (Prancis)
  • Nisyros (Yunani)
  • Joyce Country and Western Lakes (Irlandia)
  • Mine-Akiyoshidai Karst Plateau (Jepang)
  • Lenggong (Malaysia)
  • Sarawak Delta (Malaysia)
  • Algarvensis (Portugal)
  • Toratau (Rusia)
  • Dahar (Tunisia)
  • Manantiales Serranos (Uruguay)

Baca juga: Air Terjun 7 Tingkat Aceh, Pilihan Wisata Alam untuk Healing

Dorong Pariwisata Berkelanjutan Dunia

UNESCO menegaskan bahwa penetapan geopark bukan sekadar penghargaan terhadap keindahan alam. 

Program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sejarah bumi, konservasi lingkungan, serta pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.

Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, menyebut bahwa setiap formasi batuan, ngarai, hingga fosil menyimpan kisah penting tentang perjalanan bumi yang menjadi warisan seluruh umat manusia. 

Ia menilai geopark telah membuktikan bahwa perlindungan warisan geologi dapat berjalan beriringan dengan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Baca juga: Lawan Timnas Indonesia Semalam Saint Kitts dan Nevis, Surganya Wisata Alam

Baca juga: 8 Wisata Alam Bogor untuk Libur Lebaran, Sejuk dan Seru

Tag:  #unesco #tetapkan #global #geopark #baru #2026 #antaranya #asia

KOMENTAR