Mengenal Shinrin-yoku, Terapi Berjalan di Hutan yang Populer di Jepang
Berjalan di tengah hutan sembari mendengar kicauan burung dan melihat sinar matahari dari dedaunan ternyata mampu membuat pikiran lebih rileks dan tenang.
Shirin-yoku atau terapi hutan merupakan cara orang jepang melepaskan rasa lelah dengan menikmati alam hutan yang asri.
Kegiatan ini bahkan dipromosikan oleh sejumlah dokter sebagai bagian dari menjaga kebugaran dan praktik kesehatan mental.
Baca juga: Warga Vietnam Pilih Liburan ke Luar Negeri Akibat Tiket Pesawat Domestik Mahal
Apa itu Terapi Hutan?
Dilansir dari Japan Travel, terapi hutan adalah aktivitas sederhana yang dilakukan selama di dalam hutan untuk mendapatkan sensasi tenang dan menciptakan pengalaman indrawi yang tidak biasa.
Untuk memulai aktivitas terapi hutan, seseorang bisa melakukan kegiatan kecil seperti berjalan atau cukup duduk dan mendengarkan berbagai suara alam di sekitar untuk mendapatkan rasa tenang.
Jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih terstruktur, Jepang sudah mempersiapkan pemandu terlatih untuk wisatawan yang ingin mengikuti wisata ekoterapi meditatif selama dua hingga tiga jam.
Baca juga: 5 Daerah Ini Bakal Disulap Jadi Pusat Wisata Baru di Sekitar Borobudur
Sejarah Terapi Hutan
Terapi hutan ini berawal pada tahun 1980-an. Awalnya, terapi ini dilakukan dengan tujuan sebagai penawar bagi masyarakat kala itu akibat kelelahan mental karena kemajuan teknologi kala itu.
Menyadari akan efek negatif dari depresi seperti mulai mengalami gangguan fokus, rasa sakit, dan nyeri pada tubuh membuat para terapis mencoba kembali metode alam yang lebih tradisional.
Dokter Qing Li, MD, Ph.D dari Fakultas Kedokteran Nippon di Tokyo sekaligus presiden Komunitas Terapi Hutan menjelaskan bahwa gangguan mental dalam diri bisa berpengaruh terhadap perasaan negatif di kehidupan kita.
Maka dari itu, ia menyarankan dengan menggunakan terapi hutan selama beberapa jam saja, mampu mengembalikan menyangkal emosi negatif yang berlebihan dalam tubuh.
Baca juga: Tak Cuma Bali, Jakarta Hingga Bintan Kini Jadi Favorit Turis Asia Tenggara
Manfaat Terapi Hutan
Terapi hutan dinilai mirip dengan praktik medis tradisional Jepang lainnya yakni meditasi zen. Meditasi ini menuntut kita untuk duduk diam dengan pikiran yang fokus dan tenang para perasaan diri sendiri.
Sama halnya dengan terapi hutan, seseorang bisa berdiam diri atau berjalan sembari menikmati suara alam dari hutan yang tenang.
Dari hasil penelitian Jepang menunjukkan bahwa terapi hutan mampu memperbaiki kualitas tidur, menjaga suasana hati, melatih kemampuan fokus, hingga menurunkan tingkat stres.
Baca juga: Rupiah Melemah, Kemenpar Catat Kenaikan Kunjungan Turis Asia Tenggara
Dimana tempat terapi hutan di Jepang?
Kini wisatawan yang sedang berkunjung ke Jepang bisa mencoba terapi hutan bersama dengan pelatih dan tour guide profesional.
Dengan bantuan pemandu ini, pengunjung bisa belajar untuk mengapresiasi alam sekitar. Selama sesi terapi pengunjung akan menikmati sensasi damai saat berjalan di dalam hutan dan diakhiri dengan upacara teh yang hangat.
Ada sejumlah rekomendasi tempat untuk terapi hutan yang direkomendasikan antara lain Pegunungan Alpen Jepang, kuil di Semenanjung Kii dan hutan di Taman Nasional Yoshino-Kumano.
Tag: #mengenal #shinrin #yoku #terapi #berjalan #hutan #yang #populer #jepang