Harga Minyak Dunia Melemah Usai AS Pertimbangkan Lepas Minyak Iran
- Harga minyak dunia melemah setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk melepas minyak mentah Iran yang selama ini terkena sanksi ke pasar global. Langkah ini dipandang sebagai upaya meredam lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan Washington tengah mengkaji pencabutan sanksi terhadap minyak Iran yang saat ini tersimpan di kapal tanker. Volume minyak tersebut diperkirakan mencapai sekitar 140 juta barel.
“Dalam beberapa hari ke depan, kami mungkin akan mencabut sanksi atas minyak Iran yang berada di laut, sekitar 140 juta barel,” ujar Bessent dalam wawancara dengan Fox Business Network.
Baca juga: Wall Street Melemah Dua Hari Beruntun, Harga Minyak Bergejolak Dipicu Konflik Iran
Ia menambahkan, masuknya kembali minyak Iran ke pasar global berpotensi menahan kenaikan harga dalam 10 hingga 14 hari ke depan.
Harga minyak turun setelah sempat melonjak
Dikutip dari CNBC, Jumat (20/3/2026), harga minyak mentah Brent sebagai acuan global turun 2 persen ke level 106 dollar AS per barel. Sementara itu, harga minyak AS terkoreksi 1,56 persen menjadi 94,64 dollar AS per barel.
Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga minyak sempat melonjak hingga 3 persen pada Kamis (19/3/2026).
Kenaikan itu dipicu serangan Iran terhadap sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah, menyusul serangan terhadap ladang gas South Pars milik Iran.
Baca juga: Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam Akibat Serangan di Teluk
Upaya buka kembali Selat Hormuz
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan negaranya turut membantu upaya AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Penutupan jalur ini sebelumnya memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global.
Netanyahu juga mengeklaim Iran kini tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik. Ia menilai konflik dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Proyeksi harga minyak masih tinggi
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Citigroup menaikkan proyeksi harga minyak dalam jangka pendek.
Bank tersebut memperkirakan harga minyak Brent dan WTI bisa mencapai 120 dollar AS per barel dalam satu hingga tiga bulan ke depan. Bahkan, dalam skenario terburuk, harga dapat melonjak hingga 150 dollar AS per barel jika gangguan pasokan semakin parah.
Baca juga: Harga Minyak Melonjak hingga 5,6 Persen Usai Serangan Iran ke Fasilitas Energi Timur Tengah
Namun, dalam skenario dasar, Citi memperkirakan ketegangan akan mereda dalam empat hingga enam pekan. Jika itu terjadi, harga minyak Brent berpotensi turun kembali ke kisaran 70–80 dollar AS per barel pada akhir tahun.
Selain itu, Citi mencatat selisih harga antara Brent dan WTI melebar tajam. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya biaya pengiriman serta tingginya permintaan di kawasan Gulf Coast AS.
Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebut pejabat minyak Arab Saudi memperkirakan harga minyak bisa menembus 180 dollar AS per barel.
Lonjakan tersebut berpotensi terjadi jika gangguan pasokan akibat konflik Iran berlanjut hingga akhir April.
Tag: #harga #minyak #dunia #melemah #usai #pertimbangkan #lepas #minyak #iran