Usai Kecelakaan KRL Bekasi, AHY Ungkap 76 Pelintasan Sebidang yang Perlu Dibenahi
- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap, ada 76 pelintasan sebidang di Jawa dan Sumatera yang memerlukan pembenahan.
Hal tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan perkembangan dan langkah taktis usai terjadinya kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
"Di antaranya adalah setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatera, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass," ujar AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: KAI Akan Tutup 235 Pelintasan Berisiko, 1.864 Titik Sebidang Masuk Daftar Rawan
Selain itu, pemerintah juga akan menutup pelintasan sebidang yang berada di titik-titik rawan.
"Kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya," ujar Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Keselamatan, kata AHY, menjadi perhatian khusus dalam pembenahan transportasi publik di Indonesia.
"Semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," ujar AHY.
Baca juga: Tragedi KRL Bekasi dan Alarm Bahaya Pelintasan Sebidang, Kapan Bisa Tuntas?
Jumlah Pelintasan Sebidang
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dimiliki Ketua Komisi V DPR Lasarus, tercatat sebanyak 3.896 pelintasan sebidang pada 2025.
Dari angka tersebut, 2.803 pelintasan terdaftar dan 1.093 perlintasan tidak terdaftar. Selain itu, sebanyak 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 perlintasan belum dijaga.
Sedangkan pada awal 2025, jumlah pelintasan sebidang menurun menjadi 3.703 titik, yang mencakup 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 perlintasan tidak terdaftar.
Kemudian pada Desember 2025, terdata sebanyak 1.864 pelintasan sebidang telah dijaga, sedangkan 912 titik tidak ada penjaganya.
Baca juga: KAI Evaluasi 1.800 Pelintasan Sebidang Kereta, Bakal Dibangun Flyover dan Palang Pintu
Solusi Prabowo soal Pelintasan Sebidang
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti persoalan ini usai kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh di Bekasi yang bermula dari insiden di pelintasan sebidang.
Kepala negara menegaskan pemerintah akan melakukan pembenahan besar-besaran pelintasan sebidang, dan menjadikannya sebagai salah satu pekerjaan prioritas.
“Secara garis besar memang kita perhatikan di lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga ya. Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini,” ujar Prabowo usaI menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Ia pun mengakui bahwa persoalan pelintasan sebidang adalah masalah lama yang sudah berlangsung puluhan tahun dan harus segera dituntaskan.
Baca juga: Solusi Masalah Pelintasan Sebidang Kereta: Tilang Penerobos hingga Bangun Flyover
Sebagai solusi konkret, kata Prabowo, pemerintah berencana membangun pembangunan pos penjagaan resmi disertai penempatan petugas di setiap pelintasan sebidang, hingga flyover dan underpass di titik-titik dengan lalu lintas tinggi.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk bisa mempercepat penanganan pelintasan sebidang di berbagai wilayah.
“Demi keselamatan dan karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, maka kita harus keluarkan. Untuk sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan ya,” tutur Prabowo.
Tag: #usai #kecelakaan #bekasi #ungkap #pelintasan #sebidang #yang #perlu #dibenahi