Israel Disebut Senang jika AS dan Iran Tak Capai Kesepakatan, Siap Lanjut Perang
Tentara Israel melakukan serangan di kamp Nur Shams di dekat Kota Tulkarm di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 28 Agustus 2024.(GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
12:36
13 Mei 2026

Israel Disebut Senang jika AS dan Iran Tak Capai Kesepakatan, Siap Lanjut Perang

- Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada CNN bahwa negaranya akan senang jika tidak tercapai kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Menurutnya, Tel Aviv tetap bersiaga terhadap kemungkinan kegagalan perundingan dan siap mengepung Selat Hormuz.

“Kami terus memantau situasinya. Kami akan senang jika tidak ada kesepakatan, kami akan senang jika pengepungan di Hormuz berlanjut, dan kami akan senang jika Iran melakukan beberapa serangan lagi,” katanya dilansir CNN, Rabu (13/5/2026).

Sambil mengakui bahwa keputusan pada akhirnya tetap berada di tangan Trump. Menurut dia, eskalasi adalah skenario realistis jika Iran terus bermain-main dan mengulur-ulur negosiasi.

Baca juga: Israel Mulai Khawatir dengan Trump, Takut Ambil Kesepakatan Buruk dengan Iran


Sumber lain yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan bahwa AS dan Israel terus berkoordinasi mengenai rencana militer potensial di Iran.

Termasuk serangan terhadap fasilitas dan infrastruktur energi serta pembunuhan terarah terhadap para pemimpin Iran, jika pembicaraan gagal.

Ketua Komite Luar Negeri dan Pertahanan parlemen Israel, Boaz Bismuth, mencerminkan pandangan umum dalam sebuah cuitan setelah pengarahan rahasia dengan para pemimpin militer senior.

“Pilihannya hanya negosiasi atau ledakan,” tulisnya pada Minggu (10/5/2026).

Baca juga: Utusan AS: Negara Teluk Harus Membuat Pilihan, Iran atau Israel?

Israel khawatir perjanjian JCPOA terulang

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sepakat meningkatkan tekanan terhadap Iran, salah satunya dengan membatasi ekspor minyak Iran ke China. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sepakat meningkatkan tekanan terhadap Iran, salah satunya dengan membatasi ekspor minyak Iran ke China.

Sebuah sumber Israel mengatakan kepada CNN bahwa gagasan mengenai sunset clause atau klausul berakhirnya masa berlaku perjanjian telah diusulkan dalam negosiasi.

Berakhirnya pembatasan tersebut memungkinkan Iran melanjutkan beberapa aktivitas nuklir, seperti dalam kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 yang dinegosiasikan di bawah Presiden Barack Obama.

Baik Netanyahu maupun Trump berulang kali mengkritik perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Baca juga: Israel Kirim Pertahanan Udara Iron Dome ke UEA untuk Tahan Serangan Iran

JCPOA adalah perjanjian era Presiden Obama yang membatasi program pengayaan nuklir Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.

Israel khawatir bahwa kerangka negosiasi perdamaian saat ini mungkin mengandung unsur-unsur serupa.

Sumber tersebut mengatakan Israel berupaya memasukkan dua klausul yang dapat membedakannya dari JCPOA.

Baca juga: Iran Ubah Strategi Propaganda, Andalkan Meme dan AI untuk Serang AS-Israel

Yakni, larangan penuh terhadap pengayaan uranium selama periode senja (sunset period), dan pembongkaran fasilitas bawah tanah Fordow milik Iran dan situs Gunung Pickaxe.

Keduanya merupakan situs bawah tanah yang sangat terlindungi yang diyakini lokasi Iran mengembangkan kemampuan nuklirnya.

Seorang pejabat militer senior Israel mengatakan kepada wartawan bulan lalu bahwa jika perang berakhir tanpa penambangan uranium yang diperkaya milik Iran, maka perang tersebut akan dianggap sebagai kegagalan.

Tag:  #israel #disebut #senang #jika #iran #capai #kesepakatan #siap #lanjut #perang

KOMENTAR