Harga Minyak Turun Usai AS Buka Kemungkinan Cabut Sanksi Kapal Tanker Iran
- Harga minyak mentah mengalami penurunan pada hari Jumat setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, pemerintah AS mungkin akan segera mencabut sanksi terhadap minyak mentah Iran yang disimpan di atas kapal tanker.
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi tekanan harga menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional, turun 1,62 persen menjadi 106,89 dollar AS per barrel.
Sementara itu, harga minyak AS turun 1,89 persen menjadi 94,32 dollar AS per barrel pada pukul 01.49 waktu setempat.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melemah Usai AS Pertimbangkan Lepas Minyak Iran
“Dalam beberapa hari mendatang, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sedang dalam perjalanan, sekitar 140 juta barrel,” kata Bessent dikutip dari CNBC, Jumat (20/3/2026).
Ia mengatakan mengembalikan minyak mentah Iran yang dikenai sanksi ke pasar global akan membantu menahan harga selama 10 hingga 14 hari ke depan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan, Israel membantu upaya AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Ia menambahkan, Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik, dan menambahkan perang dapat berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.
Sementara itu, Citi mengatakan konflik Iran telah memicu kenaikan tajam harga minyak dan komoditas terkait, sehingga mendorongnya untuk menaikkan prospek harga jangka pendek.
Bank tersebut kini memperkirakan harga Brent dan WTI akan naik menjadi 120 dollar AS per barrel dalam satu hingga tiga bulan ke depan, dan menjadi 150 dollar AS per barrel dalam skenario optimis jika gangguan semakin intensif.
Namun, skenario dasarnya mengasumsikan penurunan ketegangan dalam waktu empat hingga enam minggu, yang memungkinkan harga Brent kembali turun ke 70–80 dollar AS pada akhir tahun.
Pada saat yang sama, selisih harga minyak mentah utama melebar tajam, dengan Citi menaikkan perkiraan Brent-WTI untuk mencerminkan biaya pengiriman yang tinggi dan permintaan yang kuat dari Pantai Teluk AS untuk minyak mentah dari pedalaman.
Para pejabat minyak Saudi memperkirakan harga minyak mentah bisa naik di atas 180 dollar AS per barrel jika gangguan akibat perang Iran berlanjut hingga akhir April.
Baca juga: Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam Akibat Serangan di Teluk
Tag: #harga #minyak #turun #usai #buka #kemungkinan #cabut #sanksi #kapal #tanker #iran