WHO Ingatkan Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Bisa Picu Hantavirus
Ilustrasi hantavirus. WHO mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan kotoran tikus karena dapat meningkatkan risiko penularan hantavirus.(freepik)
16:54
17 Mei 2026

WHO Ingatkan Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Bisa Picu Hantavirus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagikan tujuh langkah penting untuk mencegah hantavirus di tengah meningkatnya perhatian global terhadap wabah virus tersebut yang dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius.

Salah satu yang paling ditekankan adalah tidak membersihkan kotoran tikus secara sembarangan karena dapat memicu penyebaran virus ke udara.

Melansir Mirror (11/5/2026), WHO menyebut cara paling penting untuk mencegah hantavirus adalah menghindari kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi maupun orang yang sakit akibat virus tersebut.

Virus ini umumnya menyebar melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Dalam beberapa kasus, virus juga dapat menular saat seseorang membersihkan area tertutup yang terkontaminasi partikel dari kotoran hewan pengerat.

Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Penyebab dan Cara Penularannya

WHO bagikan 7 cara mencegah hantavirus

WHO menyebut ada tujuh langkah efektif yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran hantavirus. Langkah tersebut meliputi:

  • Menjaga rumah dan tempat kerja tetap bersih
  • Menutup celah yang memungkinkan tikus masuk ke bangunan
  • Menyimpan makanan dengan aman
  • Membersihkan area yang terkontaminasi tikus dengan cara aman
  • Menghindari menyapu atau menggunakan vacuum cleaner pada kotoran tikus yang kering
  • Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan
  • Memperkuat kebiasaan mencuci tangan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga mengingatkan bahwa partikel virus bisa menyebar ke udara ketika urine atau kotoran tikus yang kering terganggu.

Karena itu, CDC menyarankan masyarakat tidak membersihkan kotoran tikus dengan cara disapu langsung karena dapat meningkatkan risiko menghirup partikel virus.

Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin 150 Orang Tertahan, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Hantavirus bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat

Ilustrasi sesak napas. WHO mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan kotoran tikus karena dapat meningkatkan risiko penularan hantavirus.Shutterstock/Twinsterphoto Ilustrasi sesak napas. WHO mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan kotoran tikus karena dapat meningkatkan risiko penularan hantavirus.

Menurut CDC, hantavirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada paru-paru dan ginjal.

Di wilayah Amerika Utara dan Selatan, beberapa jenis hantavirus dapat memicu hantavirus pulmonary syndrome (HPS), yaitu sindrom gangguan paru yang memiliki tingkat kematian sekitar 40 persen.

Melansir CBC News (16/5/2026), hingga saat ini belum ada obat khusus maupun vaksin untuk hantavirus.

“Standar penanganan saat ini adalah mendapatkan bantuan medis secepat mungkin,” kata peneliti Vaccine and Infectious Disease Organization University of Saskatchewan, Bryce Warner.

Ia menjelaskan penanganan pasien saat ini berfokus pada pengobatan gejala, seperti terapi oksigen, cairan, hingga bantuan ventilator jika pasien mengalami gangguan pernapasan berat.

Baca juga: Vaksin Hantavirus Sedang Dikembangkan, Ahli Sebut Prosesnya Bisa Bertahun-tahun

Pengembangan vaksin masih tahap awal

Meski penelitian vaksin hantavirus terus berjalan di berbagai negara, para peneliti mengatakan proses pengembangannya masih membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Associate professor kimia University of Bath, Asel Sartbaeva, mengatakan pengembangan vaksin hantavirus selama ini kurang mendapat perhatian karena minimnya kepentingan komersial.

“Masalah besarnya adalah sebagian besar orang yang terkena penyakit ini adalah mereka yang tidak mampu membayar,” ujar Sartbaeva.

Ia menjelaskan tim peneliti internasional saat ini sedang mengembangkan vaksin untuk salah satu strain hantavirus dan akan melanjutkan uji coba pada hewan sebelum masuk tahap uji klinis.

Sementara itu, perusahaan farmasi Moderna juga diketahui tengah mengembangkan vaksin hantavirus bersama lembaga riset militer Amerika Serikat dan Korea University.

Baca juga: CDC Aktifkan Status Darurat Level 3 usai Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

Risiko ke publik disebut masih rendah

WHO sebelumnya menyebut risiko kesehatan masyarakat akibat wabah hantavirus yang terkait kapal MV Hondius masih rendah, meski pemantauan tetap dilakukan secara ketat.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kemungkinan masih ada tambahan kasus yang dilaporkan.

“Meski ini insiden serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat masih rendah,” ujar Tedros.

Gejala hantavirus sendiri bisa muncul beberapa minggu setelah paparan awal dan pada tahap awal sering menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan.

Baca juga: CDC Tetapkan Hantavirus Darurat Level 3, Ini Risiko dan Cara Penularannya

Tag:  #ingatkan #jangan #asal #bersihkan #kotoran #tikus #bisa #picu #hantavirus

KOMENTAR