Prabowo: Hilirisasi Prioritas Utama RI Meski Ada Kesepakatan Tarif AS
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tetap menjadi prioritas utama pemerintah meskipun Indonesia telah menandatangani perjanjian tarif resiprokal dengan AS.
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia terbuka terhadap kerja sama investasi, termasuk di sektor mineral kritis, namun tetap mengedepankan prinsip nilai ekonomi yang adil.
“Critical mineral saya sudah katakan kita terbuka, but everything at market price, at economic price,” ujar Prabowo mengutip tayangan di Kompas TV, Minggu (22/3/2026).
Baca juga: Prabowo: Investasi Asing Wajib Patuhi Regulasi & Hilirisasi di RI
Kawasan Grasberg wilayah objek vital nasional tambang PT Freeport Indonesia, Mimika, Papua Tengah, diselimuti hujan salju, Senin (26/1/2026).
Ia menekankan bahwa keterlibatan pihak asing dalam sektor pertambangan diperbolehkan, selama memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi Indonesia.
“Jadi kalau dia mau ikut main, kita izinkan mereka mining di Freeport sudah berapa puluh tahun,” lanjutnya.
Menurut Prabowo, keberadaan perusahaan tambang asing seperti Freeport telah memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara.
“Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izinkan,” katanya.
Baca juga: Pemerintah Indonesia Bakal Fasilitasi Investasi AS di Hilirisasi Nikel
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tetap menjadi syarat utama dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Bahan mentah kita minta processing. Kalau dia mau mining dan processing di sini, tetap dong. Critical mineral itu is a commodity, right?” tegasnya.
Prabowo juga menekankan bahwa yang terpenting adalah Indonesia tetap memperoleh nilai ekonomi dari pemanfaatan sumber daya tersebut, baik dikelola oleh pihak asing maupun domestik.
“If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value, right? Yang penting kita kasih akses,” imbuhnya.
Baca juga: Tata Kelola Nikel Morowali Krusial demi Daya Saing Hilirisasi
Sebagai informasi, Indonesia dan AS telah meneken Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada Februari 2026.
Perjanjian ini memberikan fasilitas tarif nol persen untuk 1.819 produk Indonesia, termasuk komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, hingga komponen elektronik.
Di sisi lain, Indonesia juga menurunkan tarif untuk lebih dari 99 persen produk asal AS.
Kesepakatan ini turut mendorong masuknya investasi AS senilai 7 miliar hingga 9 miliar dollar AS, yang difokuskan pada pembangunan smelter, pabrik baterai kendaraan listrik, serta fasilitas industri lainnya.
Baca juga: Paradoks Vokasi dalam Asa Hilirisasi
Meski membuka peluang investasi, pemerintah menegaskan tidak akan mengekspor bahan mentah mineral kritis, sebagai bentuk konsistensi dalam menjalankan kebijakan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekonomi nasional.
Tag: #prabowo #hilirisasi #prioritas #utama #meski #kesepakatan #tarif