Era Baru Gas Rumah Tangga: CNG Digadang Jadi Pengganti LPG
Stok Tabung Elpiji 3 Kilogram di salah satu Pangkalan Resmi Pertamina di Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (17/3/2026)(KOMPAS.COM/HAMIM)
10:12
7 Mei 2026

Era Baru Gas Rumah Tangga: CNG Digadang Jadi Pengganti LPG

Pemerintah mulai menyiapkan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti liquified petroleum gas (LPG) atau elpiji 3 kilogram (kg) untuk rumah tangga.

Program konversi tersebut kini telah memasuki tahap implementasi dan ditargetkan mulai diterapkan secara bertahap pada tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah saat ini masih melakukan uji coba dan pembahasan teknis terhadap tabung CNG 3 kg sebelum digunakan masyarakat secara luas.

Baca juga: Bahlil Pastikan CNG 3 Kg Disubsidi, Harga Minimal Sama dengan LPG

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

"CNG ini untuk 3 kg, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dia menjelaskan, penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan untuk tabung ukuran 12 kg dan 20 kg yang digunakan hotel dan restoran.

Namun, pemerintah tengah mencari formulasi yang tepat agar CNG bisa dipakai rumah tangga melalui tabung yang lebih ringan.

"Rakyat kan enggak mungkin kita suruh yang berat-berat itu, 20 kg. Ini yang kita lagi godok, dan sudah kita kerjakan sebenarnya sejak setahun lalu. Tapi untuk mendapatkan teknologi yang 3 kg, ini kita lagi tes," katanya.

Baca juga: CNG Bakal Gantikan LPG 3 Kg, Bahlil: Lagi Diuji Coba

Secara teknis, CNG merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari kompresi gas alam, terutama yang mengandung metana (C1) dan etana (C2).

Gas ini disimpan dan didistribusikan menggunakan tabung bertekanan tinggi sekitar 200-250 bar atau setara 2.900 hingga 3.600 psi.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, implementasi awal konversi elpiji ke CNG akan dimulai di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas meninjau daour Rumah Makan Kebuli Saudi yang menggunakan pasokan gas CNG dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Medan, Sumatra Utara, Jumat (13/2/2026).KOMPAS.com/Syakirun Ni’am Kepala BPH Migas Wahyudi Anas meninjau daour Rumah Makan Kebuli Saudi yang menggunakan pasokan gas CNG dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Medan, Sumatra Utara, Jumat (13/2/2026).

"Tahun ini, ditargetkan mulai dikonsumsi masyarakat. Ini bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa," ujar Laode saat ditemui di Epiwalk, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: ESDM Targetkan Penerapan CNG Tabung 3 Kg Gantikan LPG Mulai Tahun Ini

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini fokus menyiapkan tabung CNG ukuran 3 kg yang sesuai untuk kebutuhan rumah tangga.

Tabung yang disiapkan kemungkinan menggunakan tipe 4, yakni berbahan polimer yang diperkuat material komposit sehingga lebih ringan dibanding tabung baja konvensional.

Pemerintah menargetkan dalam tiga bulan ke depan tabung tersebut sudah tersedia agar produksi massal bisa segera dilakukan.

"Itulah yang dikejar, Pak Menteri sampaikan tiga bulan ke depan itu sudah ada tipe 4 untuk 3 kg, dan dari situ nanti kita sudah mulai memproduksi dalam jumlah yang lebih masif,” kata Laode.

Baca juga: CNG Dinilai Bisa Tekan Impor LPG, Uji Tekanan Jadi Kunci

Selain kesiapan tabung, pemerintah juga masih menyusun pola distribusi CNG agar implementasinya berjalan lancar dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bahlil mengatakan, pemerintah masih menunggu hasil uji keselamatan dari Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelum CNG 3 kg diproduksi secara besar-besaran.

"Kalau tabungnya sudah prudent, sudah ditandatangani oleh Lemigas, selesai aspek keselamatannya, itu mau berapa pun pasokannya di Indonesia ada, karena gas kita oversupply,” ucapnya.

Dari sisi harga, Bahlil memastikan CNG 3 kg nantinya tetap mendapat subsidi agar terjangkau masyarakat.

Baca juga: CNG Disiapkan Gantikan LPG 3 Kg, Lebih Murah 30 Persen?

Bahkan, harga jualnya ditargetkan minimal setara dengan elpiji 3 kg dan bila memungkinkan bisa lebih murah.

"Doakan seperti itu ya (bisa lebih murah dari elpiji 3 kg). Minimal sama (dengan elpiji 3 kg)," kata Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil juga menyebut ongkos penggunaan CNG dapat lebih murah sekitar 30-40 persen dibanding elpiji.

Pemerintah pun berharap konversi ini dapat menekan impor elpiji yang selama ini membebani devisa negara.

Baca juga: Wacana Pengganti LPG 3 Kg, CNG Masih Butuh Uji Coba dan Kajian

Saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 8,6 juta ton elpiji per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik, dengan nilai devisa mencapai sekitar Rp 130 triliun hingga Rp 140 triliun per tahun.

Tag:  #baru #rumah #tangga #digadang #jadi #pengganti

KOMENTAR