Pertamina Tambah Stok BBM di Kalbar hingga 140 Persen, Warga Tak Perlu Beli Berlebihan
Pertamina Patra Niaga menyiagakan SPBU modular untuk mengurai kemacetan dan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di jalur mudik Lebaran 2026.(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
19:44
23 Maret 2026

Pertamina Tambah Stok BBM di Kalbar hingga 140 Persen, Warga Tak Perlu Beli Berlebihan

- PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) hingga 140 persen dari kondisi normal.

Ini dilakukan guna mengatasi antrean dan menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat setempat.

Langkah ini dilakukan seiring dengan upaya percepatan distribusi di lapangan, khususnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami lonjakan permintaan BBM.

Baca juga: Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari: Efisiensi BBM di Tengah Krisis Energi

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, tetap berjalan normal.Dok. Humas Pertamina Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, tetap berjalan normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya telah mengoptimalkan berbagai strategi untuk memastikan distribusi berjalan lancar, termasuk mengoperasikan terminal BBM selama 24 jam serta menambah armada mobil tangki.

"Kami menegaskan bahwa suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, kondisi saat ini mulai berangsur kondusif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).

Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa BBM yang telah disalurkan dalam jumlah besar dapat cepat habis apabila terjadi pola konsumsi yang tidak wajar di masyarakat.

"Apabila dalam waktu singkat kembali habis dan antrean terjadi, maka hal tersebut menjadi indikasi adanya pola konsumsi yang tidak wajar yang perlu kita tangani bersama," katanya.

Baca juga: Pertamina Siagakan Layanan Antar BBM ke Lokasi Macet Jalur Pantura

Selain menambah suplai, Pertamina juga memperkuat distribusi dengan memastikan Integrated Terminal Pontianak beroperasi 24 jam, meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas, serta melakukan pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian guna mempercepat penyaluran dari titik suplai ke SPBU.

Di sisi lain, optimalisasi layanan SPBU juga dilakukan dengan mengaktifkan nozzle tambahan serta mempercepat penerapan sistem QR Code agar pembelian BBM lebih tepat sasaran.

Harga BBM Maret 2026 naik untuk seluruh wilayah Indonesia.Pertamina Patra Niaga Harga BBM Maret 2026 naik untuk seluruh wilayah Indonesia.

Pertamina juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap SPBU yang tidak beroperasi dalam beberapa waktu.

Perusahaan telah mendorong SPBU untuk tetap beroperasi, serta melakukan pengawasan lebih ketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Baca juga: Jaga Pasokan, Pertamina Tambah 3,2 Juta Tabung Elpiji di Sumbagut

"Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa setiap SPBU yang tidak melayani masyarakat menjadi perhatian serius dan langsung dilakukan evaluasi operasional, termasuk memastikan ketersediaan stok dan kesiapan layanan," ujarnya.

Edi menuturkan, secara umum, perusahaan memastikan ketersediaan stok BBM di Kalbar dalam kondisi aman.

Namun, masih terjadi konsentrasi antrean di SPBU tertentu akibat dinamika konsumsi yang tidak sepenuhnya normal, yang menyebabkan BBM yang telah disalurkan dalam jumlah besar dapat habis dalam waktu singkat.

Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Baca juga: Urai Antrean BBM di Jalur Mudik, Pertamina Siapkan SPBU Modular

Sebab, pembelian berlebihan tidak hanya memperpanjang antrean, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi bagi masyarakat lain.

Menurutnya, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga terus memperkuat koordinasi, termasuk dalam sosialisasi kepada masyarakat, serta penindakan terhadap praktik penimbunan dan aktivitas spekulan yang berpotensi mengganggu distribusi.

"Setiap indikasi penyimpangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan BBM dapat diakses secara adil oleh masyarakat," pungkasnya.

Tag:  #pertamina #tambah #stok #kalbar #hingga #persen #warga #perlu #beli #berlebihan

KOMENTAR