Puncak Arus Balik 24, 28, 29 Maret, Jasa Marga Sarankan Geser Perjalanan ke 25-27 Maret
Kendaraan arus balik Pemudik Malam ini Terus Banjiri Tol Cipali(FOTO: KOMPAS.com / Ahya Nurdin)(Ahya Nurdin )
21:32
23 Maret 2026

Puncak Arus Balik 24, 28, 29 Maret, Jasa Marga Sarankan Geser Perjalanan ke 25-27 Maret

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik Lebaran 2026 dengan menghindari tanggal-tanggal puncak kepadatan yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek cukup masih tinggi. Pada H+1 Lebaran tercatat sebanyak 210.209 kendaraan keluar dari Jabotabek, meningkat sebesar 57,3 persen dibanding normal 133.637 kendaraan.

Dengan tren tersebut, maka masyarakat dihimbau untuk mengatur waktu perjalanan saat arus balik agar menghindari kepadatan lalu lintas.

"Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabodetabek hingga H+1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabodetabek dengan menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026," ujar Rivan dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Lalin Tol Trans Sumatera Melonjak 122,88 Persen

Sebagai alternatif, masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu disarankan memanfaatkan periode kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25-27 Maret 2026 untuk melakukan perjalanan kembali ke Jabotabek.

"Bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu, dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabodetabek pada periode pemberlakuan WFA agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik," lanjutnya.

Di sisi lain, Jasa Marga juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk perjalanan yang dilakukan pada 26-27 Maret 2026. Diskon ini berlaku di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata serta meminimalkan potensi kepadatan di jalur tol.

"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit, seperti pagi dan malam hari, serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata," kata Rivan.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai Senin Malam, Jalur Bandung-Jakarta Mulai Padat

Ia menambahkan, masyarakat yang melakukan perjalanan, baik untuk bersilaturahmi maupun kembali ke Jabodetabek, diminta memastikan kesiapan sebelum berkendara.

Pengguna jalan tol diimbau memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, serta memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik. Selain itu, pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

"Juga gunakan waktu dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan yang lain," pungkasnya.

Tag:  #puncak #arus #balik #maret #jasa #marga #sarankan #geser #perjalanan #maret

KOMENTAR