Harga Minyak Dunia Rontok, tapi Jalur Selat Hormuz Masih Rawan
- Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Senin (23/3/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran.
Keputusan tersebut diambil menyusul pembicaraan antara AS dan Iran untuk membuka peluang berakhirnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Mengutip Reuters Selasa (24/3/2026), tak lama setelah pengumuman itu, harga minyak global langsung tertekan. Minyak mentah Brent berjangka tercatat turun lebih dari 13 persen, atau sekitar 17 dollar AS, ke level 96 dollar AS per barrel pada pukul 11.08 GMT.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah. Harga WTI turun sekitar 13,5 persen atau 13 dollar AS ke level terendah di 85,28 dollar AS per barrel.
Baca juga: Trump Sebut AS-Iran Berunding Akhiri Perang, Harga Minyak Dunia Langsung Jatuh 11 Persen
Meski mengalami koreksi tajam, harga minyak saat ini masih berada sekitar sepertiga lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum eskalasi konflik, tepatnya sebelum serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan adanya perkembangan positif dalam komunikasi antara kedua negara.
“Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian penuh konflik di Timur Tengah,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.
Trump memastikan pembicaraan akan terus berlanjut sepanjang pekan ini. Ia mengaku telah menginstruksikan kepada Departemen Pertahanan AS untuk menunda seluruh serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Penundaan tersebut, menurut Trump, bergantung pada hasil pertemuan dan diskusi yang masih berlangsung.
Namun demikian, belum ada kejelasan apakah pihak Iran menyetujui pernyataan yang disampaikan Trump. Sikap terbaru ini juga menandai perubahan signifikan, mengingat dua hari sebelumnya Trump sempat mengancam akan membombardir fasilitas energi Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Lebih jauh, CEO Chevron Mike Wirth mengatakan, dampak dari terganggunya arus pasokan minyak saat ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam harga kontrak berjangka (futures).
“Ada dampak fisik yang nyata dari penutupan Selat Hormuz yang kini merambat ke seluruh dunia, namun belum sepenuhnya tercermin dalam harga kontrak berjangka minyak,” ujar Wirth dalam konferensi energi CERAWeek yang digelar S&P Global, seperti diberitakan CNBC.
Secara harga, kontrak minyak mentah AS untuk pengiriman Mei diperdagangkan di kisaran 89 dollar AS per barrel. Sementara itu, minyak Brent sebagai acuan global bertahan di sekitar 101 dollar AS per barel.
Untuk kontrak Agustus, harga bahkan turun ke level 80 dollar AS per barrel, mencerminkan ekspektasi bahwa gangguan pasokan hanya bersifat sementara.
Namun demikian, Wirth menilai pergerakan pasar saat ini lebih didorong oleh persepsi dibandingkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, pasokan fisik minyak jauh lebih ketat dari yang tergambar dalam harga futures.
“Saat ini banyak minyak dan gas yang tidak mengalir ke pasar. Ada perbedaan signifikan dari sisi pasokan fisik dibandingkan insiden sebelumnya,” paparnya.
Wirth menegaskan bahwa pemulihan pasokan tidak akan terjadi dalam waktu singkat, bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka.
Sebelum konflik memanas, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut. Kini, lalu lintas kapal tanker merosot tajam akibat serangan terhadap kapal komersial.
Selain itu, produsen minyak di kawasan Teluk Arab terpaksa memangkas produksi karena keterbatasan ekspor. Serangan rudal dan drone juga telah merusak sejumlah infrastruktur energi di Timur Tengah.
Sejumlah negara bahkan mulai menahan stok energi di dalam negeri dan mengurangi ekspor untuk menjaga ketahanan pasokan.
“Seberapa cepat produksi bisa kembali normal masih menjadi ketidakpastian yang harus kita hadapi. Ini bukan situasi yang bisa pulih dengan cepat,” lanjutnya.
Tag: #harga #minyak #dunia #rontok #tapi #jalur #selat #hormuz #masih #rawan