Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju
El Rumi dan Syifa Hadju. (Instagram/syifahadju)
13:01
27 April 2026

Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju

Viral video Syifa Hadju cerita sedang melakukan puasa mutih menjelang pernikahannya dengan El Rumi pada Minggu, 26 April 2026.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok disfoyuuu, Syifa Hadju terlihat tengah menyantap menu tertentu karena sedang menjalankan puasa mutih.

"Mutih guys, mutih," tutur Syifa Hadju sambil asyik menghabiskan menu yang sudah disiapkan, dilansir pada Senin, 27 April 2026.

Menurut penuturan Syifa Hadju, menu yang dimakannya saat puasa mutih terdiri dari tahu dan telur rebus tanpa garam. Semuanya disantap bersama nasi.

Video viral Syifa Hadju ini lantas menuai atensi netizen. Mereka ramai melontarkan komentar tentang puasa mutih, mulai dari waktu pelaksanaan hingga menu yang boleh dimakan.

"Kalau puasa putih berarti seminggu itu full ya? Terus kalau minum cuma air putih aja berarti?" tanya netizen. "Ini gak boleh pake garam tapi boleh gak nasinya dibuburin aja?" celetuk yang lain.

Lantas, sebenarnya apa itu puasa mutih dan bagaimana prosedur pelaksanaannya? Dan, apa saja menu yang boleh dimakan saat melakukan puasa mutih?

Mengenal Puasa Mutih: Prosedur Pelaksanaan hingga Menu yang Boleh Dimakan

Niat dan tata cara puasa mutih (freepik)Ilustrasi puasa mutih. (freepik)

Puasa mutih merupakan salah satu tradisi dalam adat Jawa yang kerap dilakukan calon pengantin sebelum hari pernikahan.

Tradisi ini dikenal sebagai bentuk tirakat atau laku spiritual untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Melansir laman Weddingku dan e-journal Institut Agama Islam Al Muhammad, puasa mutih dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman hanya yang berwarna putih.

Umumnya, menu yang boleh dikonsumsi meliputi nasi putih dan air putih sebagai utama, dengan beberapa variasi seperti putih telur rebus, tahu putih, susu putih, atau roti tawar polos selama tidak diberi bumbu, garam, maupun gula.

Dari segi pelaksanaan, puasa mutih bisa dilakukan selama 1 hingga 3 hari menjelang akad nikah, bahkan ada yang menjalankannya selama 24 jam penuh.

Selain menahan makan, pelaku juga dianjurkan menjaga perilaku, mengendalikan hawa nafsu, serta memperbanyak doa agar prosesi pernikahan berjalan lancar.

Tradisi ini memiliki makna filosofis yang cukup dalam bagi masyarakat Jawa. Puasa mutih diyakini sebagai bentuk penyucian diri, pengendalian diri, serta upaya memohon kelancaran dan keberkahan dalam pernikahan.

Namun, dalam pandangan Islam, puasa mutih bukanlah ibadah yang memiliki dalil khusus atau kewajiban syariat.

Praktik ini tidak diwajibkan dan tidak termasuk sunnah yang diajarkan secara spesifik dalam ajaran Islam.

Meski begitu, hukum puasa mutih secara umum adalah mubah atau boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Artinya, praktik ini diperbolehkan jika diniatkan sebagai bentuk ikhtiar atau puasa sunnah biasa, serta tidak menimbulkan mudarat bagi pelakunya.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #puasa #mutih #boleh #makan #saja #tradisi #pengantin #jawa #yang #dilakukan #syifa #hadju

KOMENTAR