Dibuka Melemah, IHSG Berbalik Menguat ke Level 7.119
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Libur bursa Maret 2026. Libur bursa Lebaran 2026. Jadwal libur bursa Maret 2026.(Dok. Bursa Efek Indonesia (BEI))
09:32
25 Maret 2026

Dibuka Melemah, IHSG Berbalik Menguat ke Level 7.119

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka melemah pada awal perdagangan Rabu (25/3/2026), sebelum akhirnya berbalik menguat.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 7.084,62, turun dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 7.106,84. Namun tak lama setelah pembukaan, indeks berbalik arah dan menguat ke level 7.119,74 atau naik 0,18 persen.

Pada awal sesi, pergerakan IHSG berada di kisaran level 7.057,22 hingga 7.140,86. Penguatan indeks terjadi seiring dominannya saham yang bergerak di zona hijau.

Baca juga: IHSG Berpotensi Rebound Usai Libur Lebaran, Simak Saham Pilihan Analis

Sebanyak 362 saham tercatat menguat, lebih tinggi dibandingkan 255 saham yang melemah, sementara 341 saham lainnya stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 5,748 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,865 triliun dan frekuensi sebanyak 279.900 kali.

Sejumlah indeks turut bergerak positif. Indeks LQ45 naik 0,59 persen ke level 726,68, sementara Jakarta Islamic Index (JII) menguat 2,12 persen ke posisi 478,59.

Indeks Kompas100 juga naik 0,87 persen ke level 986,87. Adapun Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,13 persen ke posisi 251,43.

Baca juga: Harga Emas Rontok, Saham ANTM Dibuka Ambles 3,73 Persen

Selain itu, indeks IDX30 tercatat naik 0,42 persen ke level 394,72 dan JII70 menguat 1,68 persen ke posisi 182,07. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 12.577 triliun pada awal perdagangan hari ini.

Penguatan IHSG ini sejalan dengan proyeksi analis yang memperkirakan indeks berpotensi rebound setelah libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026, meski masih dibayangi ketidakpastian global.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan akan dipengaruhi kombinasi sentimen global dan faktor musiman domestik.

“Proyeksi pergerakan pasar saham Indonesia setelah libur panjang Nyepi dan Lebaran pada dasarnya masih akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan faktor musiman domestik,” ujar Hendra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Kapan Bursa Saham Buka Setelah Libur Lebaran 2026? Catat Tanggalnya

Menurut dia, kondisi global selama periode libur panjang menunjukkan sinyal yang relatif positif. Bursa saham Amerika Serikat dan Asia tercatat menguat seiring meredanya tensi geopolitik serta mulai stabilnya harga energi.

Secara historis, IHSG memiliki kecenderungan mengalami technical rebound setelah libur panjang Lebaran karena sebelumnya investor melakukan aksi profit taking dan wait and see, sehingga setelah libur berakhir terjadi aliran dana yang kembali masuk ke pasar.

Dengan pola tersebut, IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan, meski kenaikannya masih terbatas dan cenderung berada dalam fase konsolidasi. Secara teknikal, indeks berpeluang menguji area resistance di kisaran 7.150–7.200.

“Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi bergerak menguat pada awal pembukaan pasca libur, namun penguatan tersebut diperkirakan masih bersifat terbatas dan cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan potensi menguji area resistance di kisaran 7.150–7.200,” paparnya.

Baca juga: Jadwal Pembagian Dividen BBCA Rp 281 Per Saham, Catat Tanggalnya

Di sisi lain, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko eksternal.

Hendra mengingatkan jika tensi geopolitik kembali meningkat, harga energi melonjak, atau kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menjadi lebih ketat dari ekspektasi, maka IHSG berpotensi kembali tertekan.

Dalam skenario tersebut, indeks bahkan bisa menguji area support psikologis di posisi 7.000, yang saat ini menjadi batas penting untuk menjaga tren IHSG tetap dalam fase konsolidasi yang sehat.

Pergerakan pasar pada pekan ini juga diperkirakan akan merespons dinamika harga komoditas, khususnya emas dan energi.

Penurunan harga emas, misalnya, kerap menjadi indikator bahwa kekhawatiran pasar mulai mereda dan investor kembali beralih ke aset berisiko seperti saham.

Namun demikian, investor diperkirakan masih akan bersikap hati-hati. Aktivitas perdagangan belum sepenuhnya pulih seiring suasana Lebaran, sehingga volume dan nilai transaksi diperkirakan masih relatif terbatas.

Kondisi tersebut membuat pergerakan indeks menjadi lebih sensitif terhadap arus dana.

Oleh karena itu, investor disarankan untuk lebih selektif dan tidak terlalu agresif dalam melakukan transaksi jangka pendek, serta mempertimbangkan strategi akumulasi bertahap pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Tag:  #dibuka #melemah #ihsg #berbalik #menguat #level #7119

KOMENTAR