Gedung Putih Langsung Bantah Trump, JD Vance Tetap Pimpin AS Nego Iran
- Berbeda dengan klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Gedung Putih memastikan Wakil Presiden JD Vance tetap ke Pakistan memimpin delegasi berunding dengan Iran.
Keputusan ini disampaikan pejabat Gedung Putih pada Minggu (19/4/2026), tak lama setelah Trump menyatakan bahwa Vance tak akan ikut dalam perjalanan tersebut.
Trump sebelumnya mengumumkan, AS akan mengirim tim negosiator ke Islamabad untuk bertemu dengan perwakilan Teheran.
Baca juga: JD Vance Batal Pimpin AS Temui Iran di Pakistan, Trump Ungkap Alasannya
Pertemuan itu bertujuan membahas upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah, di tengah gencatan senjata AS-Iran yang akan segera berakhir.
Namun, Trump sempat menyebut Vance tidak akan ikut dalam kunjungan tersebut.
"Itu karena masalah keamanan," kata Trump kepada ABC News. "JD orang yang hebat," lanjutnya, dikutip dari AFP.
Gedung Putih kemudian mengklarifikasi pernyataan tersebut.
Seorang pejabat mengatakan, Vance tetap akan hadir bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump.
Ketiganya juga mengikuti putaran pembicaraan terakhir pada 11-12 April yang berakhir tanpa kesepakatan.
Baca juga: Delegasi AS Tiba di Pakistan Senin untuk Negosiasi Lagi dengan Iran
Ketegangan AS-Iran masih tinggi
Halaman depan koran Jam Jam di Teheran, Iran, menampilkan gambar kartun Presiden Amerika Serikat Donald Trump tenggelam di Selat Hormuz, dengan judul Jurang Laut pada 13 April 2026.Di sisi lain, ketegangan antara AS dan Iran masih tinggi menjelang perundingan baru ini.
Trump menuduh Iran melakukan pelanggaran total terhadap gencatan senjata dua minggu. Ia merujuk pada serangan yang terjadi pada Sabtu (18/4/2026) di Selat Hormuz.
Melalui platform Truth Social, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Teheran. Ia menyebut telah menawarkan Iran kesepakatan yang masuk akal.
Akan tetapi, jika ditolak, presiden ke-47 AS itu memperingatkan konsekuensi serius.
"Amerika Serikat akan menghancurkan semua pembangkit listrik, dan setiap jembatan, di Iran. TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK!" tulis Trump.
"Itu semua akan hancur dengan cepat, akan hancur dengan mudah dan, jika mereka tidak menerima KESEPAKATAN itu, saya dengan senang hati akan melakukan apa yang harus dilakukan, yang seharusnya telah dilakukan terhadap Iran, oleh Presiden-Presiden lain, selama 47 tahun terakhir," lanjutnya.
Sementara itu, utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, menilai pembicaraan terbaru ini berpotensi menghasilkan kemajuan signifikan.
Ia mengatakan kepada ABC News bahwa hasil perundingan bisa menjadi sesuatu yang sangat penting.
Baca juga: Israel-AS Siap Serang Iran jika Gencatan Senjata Gagal, Targetkan Fasilitas Energi
Personel Angkatan Laut Iran saat melakukan latihan militer Velayat-90 di Selat Hormuz pada 1 Januari 2012.Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz masih belum stabil.
Iran kembali menutup jalur pelayaran strategis tersebut pada Sabtu (18/4/2026), setelah sempat menyatakan akan membukanya kembali sehari sebelumnya.
Penutupan ini terjadi di tengah kebuntuan antara Teheran dan Washington terkait blokade terhadap pelabuhan Iran.
Teheran menegaskan, mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga Washington mengakhiri blokade tersebut.
Sementara itu, Trump menuduh Iran melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu.
“Iran menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz—Pelanggaran Total terhadap Perjanjian Gencatan Senjata kita!” tulisnya.
Baca juga: Taktik Iran Buka-Tutup Selat Hormuz, Apa Tujuannya?
Sejumlah insiden keamanan turut memperburuk situasi di kawasan tersebut.
Badan keamanan maritim Inggris melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) menembaki kapal tanker di Selat Hormuz.
Selain itu, perusahaan intelijen keamanan Vanguard Tech menyebutkan, pasukan Iran sempat mengancam akan menghancurkan sebuah kapal pesiar kosong yang berusaha keluar dari Teluk.
Dalam insiden terpisah, otoritas Inggris juga menerima laporan tentang kapal lain yang terkena proyektil tak dikenal, hingga menyebabkan kerusakan pada kontainer pengiriman, meski tidak memicu kebakaran.
Adapun gencatan senjata antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu, Akankah Konflik Setelah Gencatan Senjata Kembali Meledak?
Tag: #gedung #putih #langsung #bantah #trump #vance #tetap #pimpin #nego #iran