Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Belum Dapat Melintas
Ilustrasi kapal Tanker Pertamina.(KOMPAS.com/Seto Ajinugroho)
19:52
19 April 2026

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Belum Dapat Melintas

– Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Situasi ini terjadi di tengah kembali memanasnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut, setelah Iran menutup kembali Selat Hormuz kurang dari 24 jam sejak sempat dibuka.

Pelaksana tugas (Pjs.) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi yang berlangsung sangat dinamis di kawasan tersebut.

Baca juga: Militer AS Pakai Robot untuk Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).

Vega menambahkan, perusahaan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan pelayaran sebelum kapal melanjutkan perjalanan.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman,” kata dia.

Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian kondisi keamanan di lapangan.

Baca juga: Bisakah 2 Kapal Tanker Pertamina Melintas Usai Selat Hormuz Dibuka?

“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” tutupnya.

Pemerintah lakukan pemantauan intensif

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mewengkang menyatakan, pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran.

"Pemerintah Indonesia terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi dengan KBRI Tehran serta otoritas dan mitra terkait," ujar Yvonne.

Ia menambahkan, KBRI Tehran bersama PIS terus berkoordinasi dengan otoritas di Iran guna mendukung kelancaran perlintasan kapal Indonesia.

"Keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya menjadi prioritas pemerintah Indonesia saat ini," kata dia.

Baca juga: Kapal AS Lintasi Selat Malaka, Pemerintah Diminta Tegaskan Sikap Netral

Selat Hormuz kembali ditutup

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), pada Sabtu (18/4/2026), menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup hingga blokade Amerika Serikat (AS) dicabut.

“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata,” kata komando gabungan IRGC, seperti dikutip kantor berita Tasnim.

Media pemerintah Iran menyebut, penutupan dilakukan karena Amerika Serikat dinilai tidak memenuhi kesepakatan dan masih menjalankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran juga memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari area jangkar di Teluk Persia dan Laut Oman. Setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap bekerja sama dengan musuh dan berpotensi menjadi target.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris turut melaporkan adanya insiden keamanan, di mana dua kapal cepat Garda Revolusi melepaskan tembakan ke sebuah kapal tanker yang sedang melintas.

Penutupan kembali jalur ini menambah tekanan pada salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia, sekaligus berdampak langsung pada operasional pelayaran internasional, termasuk Indonesia.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kapal PIS Tertahan di Teluk Arab, Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz dan Pemerintah Terus Monitor Kapal Tanker Pertamina Usai Selat Hormuz Ditutup Lagi

Tag:  #selat #hormuz #ditutup #lagi #kapal #pertamina #belum #dapat #melintas

KOMENTAR