CDIA Catat Lonjakan Laba Signifikan, Segmen Listrik Jadi Penopang Utama
PT Chandra Daya Investasi Tbk yang dimiliki taipan Prajogo Pangestu melakukan pencatatan di BEI, di mana harga IPO saham CDIA adalah Rp 190 per lembar. Nah sebenarnya Chandra Daya Investasi perusahaan apa?(Tangkapan layar laman resmi Chandra Asri)
08:04
26 Maret 2026

CDIA Catat Lonjakan Laba Signifikan, Segmen Listrik Jadi Penopang Utama

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Pendapatan dan laba tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, pendapatan CDIA naik 44,77 persen secara tahunan menjadi 148,03 juta dollar AS atau sekitar Rp2,51 triliun. Tahun sebelumnya, pendapatan tercatat 102,25 juta dollar AS atau sekitar Rp1,73 triliun.

Baca juga: 11 Emiten Bagi Dividen Januari 2026: BBRI, BMRI, ADRO, hingga CDIA

Pendapatan ditopang segmen listrik

Sebagian besar pendapatan berasal dari penjualan daya listrik dan jasa ketenagalistrikan lain. Nilainya mencapai 95,29 juta dollar AS atau sekitar Rp1,61 triliun.

Kontribusi lain datang dari jasa sewa kapal sebesar 34,63 juta dollar AS atau sekitar Rp586 miliar. Penjualan bahan bakar menyumbang 10,55 juta dollar AS atau sekitar Rp178 miliar.

Segmen sewa tangki dan dermaga mencatat 5,56 juta dollar AS atau sekitar Rp94 miliar. Jasa angkutan kapal menghasilkan 1,75 juta dollar AS atau sekitar Rp29,6 miliar. Sewa gudang memberi kontribusi 254.908 dollar AS atau sekitar Rp4,3 miliar.

Baca juga: CDIA, CBDK, dan EMAS Masuk Top 10 IPO Terbesar di ASEAN Sepanjang 2025

Laba melonjak tajam

Beban pokok pendapatan naik 22,71 persen menjadi 112,64 juta dollar AS atau sekitar Rp1,91 triliun. Tahun sebelumnya tercatat 91,79 juta dollar AS atau sekitar Rp1,55 triliun.

Kenaikan ini diikuti lonjakan laba kotor menjadi 35,39 juta dollar AS atau sekitar Rp599 miliar. Angka ini naik 238,01 persen dari 10,47 juta dollar AS atau sekitar Rp177 miliar pada 2024.

Laba sebelum pajak juga meningkat tajam menjadi 132,06 juta dollar AS atau sekitar Rp2,24 triliun. Nilai ini melonjak 285,91 persen dari 34,22 juta dollar AS atau sekitar Rp579 miliar.

Kenaikan ini dipengaruhi lonjakan keuntungan bersih lain-lain sebesar 1.524,04 persen menjadi 76,33 juta dollar AS atau sekitar Rp1,29 triliun. Tahun sebelumnya hanya 4,70 juta dollar AS atau sekitar Rp79,6 miliar.

Pendapatan keuangan tumbuh 18,63 persen menjadi 24,33 juta dollar AS atau sekitar Rp411 miliar. Pendapatan dari aset keuangan naik 97,34 persen menjadi 22,26 juta dollar AS atau sekitar Rp376 miliar.

Laba dari entitas asosiasi ikut meningkat 5,09 persen menjadi 12,40 juta dollar AS atau sekitar Rp210 miliar.

Laba bersih dan posisi keuangan

CDIA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 121,05 juta dollar AS atau sekitar Rp2,05 triliun. Angka ini melonjak 285,26 persen dari 31,42 juta dollar AS atau sekitar Rp532 miliar pada 2024.

Hingga akhir 2025, total aset tercatat 1,74 miliar dollar AS atau sekitar Rp29,49 triliun. Nilai ini terdiri dari liabilitas 607,90 juta dollar AS atau sekitar Rp10,30 triliun dan ekuitas 1,14 miliar dollar AS atau sekitar Rp19,32 triliun.

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Chandra Daya Investasi (CDIA) Raih Lonjakan Pendapatan dan Laba Bersih pada 2025

Tag:  #cdia #catat #lonjakan #laba #signifikan #segmen #listrik #jadi #penopang #utama

KOMENTAR