IHSG Ditutup Melemah 0,94 Persen ke 7.097, Mayoritas Saham di Zona Merah
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (27/3/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 67,03 poin atau 0,94 persen ke level 7.097,06.
IHSG dibuka di level 7.136,37, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.164,09. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.154,56 dan terendah 7.070,21.
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 18,73 miliar saham dengan frekuensi sekitar 1,37 juta kali.
Pergerakan saham didominasi zona merah dengan 396 saham turun, 292 saham naik, dan 270 saham stagnan.
Baca juga: Investor Berebut Saham SpaceX Pra-IPO, Risiko Penipuan Mengintai
Sejumlah indeks utama juga kompak melemah. LQ45 turun 12,77 poin atau 1,75 persen ke level 718,96. KOMPAS100 terkoreksi 12,34 poin atau 1,25 persen ke 976,63, sementara IDX30 turun 7,50 poin atau 1,88 persen ke 390,96.
Indeks syariah turut berada di zona merah. Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,22 poin atau 1,30 persen ke 471,88. Jakarta Islamic Index 70 (JII70) melemah 1,50 poin atau 0,82 persen ke 180,44, sementara Indonesia Syariah Stock Index (ISSI) turun 1,83 poin atau 0,73 persen ke 249,69.
Pergerakan sektor saham mayoritas berada di zona merah. Sektor infrastruktur mencatat pelemahan terbesar setelah turun 25,33 poin atau 1,29 persen ke level 1.937,98.
Sektor perindustrian juga melemah 23,21 poin atau 1,27 persen ke 1.804,68, sementara sektor teknologi turun 74,19 poin atau 0,97 persen ke 7.571,44.
Baca juga: IHSG Menguat Saat Perdagangan Rabu Kemarin, Asing Net Buy di Beberapa Saham
Sektor keuangan terkoreksi 7,71 poin atau 0,56 persen ke 1.378,82, diikuti sektor transportasi yang turun 10,31 poin atau 0,54 persen ke 1.900,38.
Sektor bahan baku melemah 8,34 poin atau 0,42 persen ke 1.991,63, sektor barang konsumen siklikal turun 3,27 poin atau 0,33 persen ke 974,02, serta sektor properti dan real estat terkoreksi 2,57 poin atau 0,28 persen ke 920,86.
Di sisi lain, sektor energi masih mencatat penguatan sebesar 12,92 poin atau 0,35 persen ke 3.714,33. Sektor kesehatan naik 2,13 poin atau 0,12 persen ke 1.799,25, serta sektor barang konsumen non-siklikal menguat tipis 0,07 poin atau 0,01 persen ke 718,19.
Tekanan pada IHSG turut dipengaruhi pelemahan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,55 persen ke Rp 6.700 per saham.
Baca juga: BEI Suspensi Saham MGLV dan PTDU, 3 Emiten Lain Kembali Diperdagangkan
Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 2,01 persen ke Rp 3.420, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,50 persen ke Rp 3.900, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI terkoreksi 1,65 persen ke Rp 4.760.
Pada jajaran LQ45, saham yang masuk top losers antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 4,46 persen, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 4,12 persen, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi 3,79 persen.
Selain itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 3,62 persen dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melemah 3,54 persen.
Sementara itu, top gainers dipimpin PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 2,33 persen, diikuti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 1,88 persen, serta PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 1,80 persen.
Saham lain yang juga menguat yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 1,24 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 1,14 persen.
Tag: #ihsg #ditutup #melemah #persen #7097 #mayoritas #saham #zona #merah