Awal 2026 Jadi Titik Balik Garuda, Danantara: Kinerja Mulai Membaik
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (www.garuda-indonesia.com)
22:24
29 Maret 2026

Awal 2026 Jadi Titik Balik Garuda, Danantara: Kinerja Mulai Membaik

– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan perbaikan kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mulai terlihat pada awal 2026, seiring dampak intervensi berupa suntikan dana yang dilakukan pada akhir tahun sebelumnya.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan tekanan yang masih tercermin dalam laporan keuangan 2025 merupakan kondisi sebelum intervensi dijalankan.

“Masalah yang dibukukan saat ini merupakan kinerja tahun 2025. Sementara intervensi yang kami lakukan baru berjalan pada akhir tahun. Dampaknya akan terlihat pada kuartal I dan kuartal II 2026,” ujar Dony di Jakarta, Minggu (29/3/2026), seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Timika–Denpasar, Terbang 4 Kali Sepekan

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang menekan kinerja Garuda sepanjang 2025 adalah tingginya jumlah pesawat yang tidak beroperasi (grounded), sehingga tetap menimbulkan beban biaya, terutama dari sisi sewa.

Selain itu, proses perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) juga membutuhkan waktu panjang, sehingga membatasi optimalisasi armada.

“Sebelum intervensi, jumlah pesawat yang grounded cukup besar. Sekarang sebagian sudah kembali beroperasi, meski belum sepenuhnya,” katanya.

Meski demikian, Dony menegaskan sinyal perbaikan mulai terlihat pada 2026. Ia menyebut kinerja anak usaha Garuda, Citilink, telah mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2026, yang menjadi indikasi awal pemulihan grup.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026). KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Saham Garuda (GIAA) Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI, Kembali Diperdagangkan

“Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Tidak cukup hanya dengan memberikan pendanaan, tetapi juga harus diikuti transformasi bisnis,” ujarnya.

Garuda Indonesia sendiri masih mencatatkan tekanan kinerja dengan rugi bersih sebesar 319,39 juta dollar AS sepanjang 2025.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan menyatakan tambahan modal sebesar Rp 23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (DAM) menjadi dorongan penting dalam memperkuat transformasi bisnis perseroan.

Baca juga: Kinerja Garuda Indonesia 2025 Masih Tertekan, Aset dan Ekuitas Membaik

Dari total dana tersebut, sekitar Rp 8,7 triliun atau 37 persen dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, seperti pemeliharaan pesawat dan peningkatan layanan.

Sementara Rp 14,9 triliun atau 63 persen digunakan untuk memperkuat operasional Citilink, termasuk pelunasan kewajiban bahan bakar kepada Pertamina periode 2019–2021.

Tag:  #awal #2026 #jadi #titik #balik #garuda #danantara #kinerja #mulai #membaik

KOMENTAR