Rusuh di Jayapura dan Flare di Sleman, Aturan Suporter Away Tetap Berlanjut?
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi(KOMPAS.com/Pratama Yudha)
15:44
10 Mei 2026

Rusuh di Jayapura dan Flare di Sleman, Aturan Suporter Away Tetap Berlanjut?

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan federasi hingga saat ini masih belum mencabut larangan suporter away atau menghadiri laga tandang.

Namun, dia menunggu laporan penyelenggaraan liga secara keseluruhan dari I.League selaku operator kompetisi sepak bola nasional untuk mengkaji apakah peraturan tersebut perlu dicabut atau diperpanjang pada kompetisi musim depan.

Terhitung sejak terjadinya Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 silam, sampai sekarang PSSI masih terus memberlakukan aturan larangan suporter tim tamu untuk hadir langsung ke stadion.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi sepak bola Indonesia yang sejalan dengan arahan yang diterima dari FIFA terkait tata kelola pertandingan.

Bahkan, regulasi Super League 2025-2026 mengatur secara spesifik mengenai aturan suporter tim tamu.

Baca juga: Pep Guardiola Simpan Perayaan Kemenangan Lawan Brentford demi Kejar Arsenal

Pada Pasal 5 ayat 7, disebutkan bahwa pada masa transisi transformasi sepak bola nasional, seluruh pertandingan sepak bola nasional, termasuk kompetisi, tidak dapat dihadiri oleh suporter klub tamu. 

The Jak Mania, suporter Persija Jakarta memadati stadion saat laga pekan ke-12 Super League 2025-2026 melawan tuan rumah Arema FC yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (8/11/2025) malam.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU The Jak Mania, suporter Persija Jakarta memadati stadion saat laga pekan ke-12 Super League 2025-2026 melawan tuan rumah Arema FC yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (8/11/2025) malam.

Regulasi ini juga menegaskan bahwa klub terkait akan bertanggung jawab penuh atas kehadiran suporter mereka jika larangan tersebut dilanggar.

Selanjutnya, Pasal 5 ayat 8 memberikan mandat kepada Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan. 

Panpel diwajibkan untuk mengambil langkah-langkah antisipasi atas potensi kehadiran suporter klub tamu, serta harus mempersiapkan rencana keselamatan dan keamanan yang merujuk pada Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021.

Namun, pada Super League musim ini, terdapat sejumlah pertandingan yang tampak dihadiri oleh para suporter tim tamu walaupun pada akhirnya tim yang bersangkutan akan menerima sanksi berupa denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Baca juga: Hasil UFC 328: Di Luar Prediksi, Strickland Redam Khamzat Chimaev

Jawaban I.League

Lantas, apakah aturan tersebut akan tetap diterapkan pada musim depan? 

Merespons pernyataan tersebut, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku masih belum bisa memastikan.

Federasi masih menunggu laporan lengkap dari I.League sebelum mengambil keputusan mengenai aturan tersebut.

"Yang jelas sampai dengan saat ini PSSI belum mencabut larangan tersebut dan kita minta kepada PT LIB untuk sesegera juga menyampaikan laporan tentang bagaimana perkembangan yang terjadi saat ini pada proses penyelenggaraan I.League, Championship mulai dari awal sampai akhir," kata Yunus Nusi kepada awak media selepas final Championship 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Reaksi Pelatih Thailand Usai Satu Grup dengan Indonesia di Piala Asia 2027

"Kita lihat perkembangannya seperti apa, I.League juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum juga Komite Eksekutif akan mengkaji itu apakah layak atau tidak untuk dibuka suporter kandang dan tandang," tutur dia.

Laga di Championship Ikut Jadi Bahan Pertimbangan

Sejumlah peristiwa yang terjadi di playoff dan final Championship Liga 2 2025-2026 juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan mengenai aturan tersebut.

Mulai dari ricuh pasca-kekalahan Persipura Jayapura pada laga playoff promosi kontra Adhyaksa FC Banten dan adanya "pesta" flare setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC di partai puncak. 

Seluruh hasil pembahasan nantinya akan diutarakan kepada FIFA sebagai bahan pertimbangan apakah larangan suporter tim tamu tetap berlanjut atau dihapuskan.

"Makanya kita setelah ini selesai Championship, I.League menyampaikan laporan, PSSI juga akan menyampaikan kepada FIFA tentang perkembangan mulai dari A sampai Z kejadian, termasuk terakhir kejadian yang terjadi di Jayapura usai laga Persipura," ungkap Yunus Nusi.

Tag:  #rusuh #jayapura #flare #sleman #aturan #suporter #away #tetap #berlanjut

KOMENTAR