IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terus turun pada awal perdagangan, Senin, 30 Maret 2026. IHSG dibuka merosot 1,08 persen ke level 7.020.
Namun, mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terperangkap di zona merah dengan turun 1,64 persen ke level 6.980.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,45 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,33 triliun, serta frekuensi sebanyak 144.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 143 saham bergerak naik, sedangkan 434 saham mengalami penurunan, dan 381 saham tidak mengalami pergerakan.
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, SOHO, RGAS, ZYRX, RAAM, ASPI, LUCK, CYBR, ESTI, PGUN, GSMF, OILS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MLPT, APIC, BEER, FMII, SSTM, URBN, FITT, JAYA, ROCK, OASA, KUAS.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas pada perdagangan awal pekan ini di tengah tekanan sentimen global, terutama terkait ketegangan geopolitik dan lonjakan harga energi.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan IHSG masih dibayangi ketidakpastian eksternal, khususnya dari perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebelumnya, pada perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah sebesar 0,94 persen dengan aksi jual asing sebesar Rp 1,9 triliun di pasar reguler.
"Pelemahan ini terjadi karena sentimen negatif masih berasal dari ketidakpastian mengenai perundingan diplomatik antara AS dan Iran untuk menghentikan perang," tulis riset tersebut.
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dan gas alam turut menjadi tekanan bagi pasar. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan suplai energi serta dampaknya terhadap inflasi global.
Dari sisi global, bursa saham Amerika Serikat juga mencatatkan pelemahan signifikan. Indeks di Wall Street kompak ditutup di zona merah, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor.
Secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan cenderung terbatas dengan kisaran support di level 7.000 dan resistance pada level 7.100.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah sentimen lain, termasuk aksi demonstrasi di Amerika Serikat bertajuk 'No Kings' yang memprotes kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Di dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada rilis data ekonomi penting, khususnya tingkat inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan pasar.
Adapun dalam laporan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan (stock pick), yakni AKRA, DSNG, dan CYBR.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Tag: #ihsg #makin #terpuruk #pagi #kembali #bergerak #level #6900