IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini, Tekanan Jual Dominasi Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
09:44
30 Maret 2026

IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini, Tekanan Jual Dominasi Pasar

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (30/3/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi sejak pekan lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.30 WIB, IHSG turun 129,74 poin atau 1,83 persen ke level 6.967,32. Indeks dibuka di posisi 7.020,53, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.097,06.

Sepanjang sesi awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.955,57 hingga 7.024,60.

Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 5,683 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 3,159 triliun.

Baca juga: IHSG Melemah Tipis ke 7.097, Asing Masih Gencar Net Sell Rp 30,88 Triliun

Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 396.800 kali transaksi, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp 12.277 triliun.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 150 saham menguat, 501 saham melemah, dan 307 saham bergerak stagnan.

Mayoritas indeks saham utama kompak berada di zona merah, mencerminkan tekanan jual yang cukup dominan di pasar.

Indeks LQ45 turun 2,04 persen ke level 704,27. IDX30 melemah 1,61 persen ke posisi 384,66.

Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,54 persen ke level 464,61. Indeks KOMPAS100 terkoreksi 2,00 persen ke posisi 957,12.

Baca juga: Investor Asing Lepas Saham Bank Besar, Net Sell Rp 789 Miliar

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga melemah 1,45 persen ke level 246,07, sedangkan JII70 turun 1,42 persen ke posisi 177,88.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG masih rawan bergerak terkoreksi dengan level support di 7.059 dan resistance di 7.136.

Pergerakan pasar saham domestik, kata dia, akan dipengaruhi oleh sentimen dari kawasan Timur Tengah serta kondisi pasar global yang cenderung korektif.

Tag:  #ihsg #dibuka #melemah #pagi #tekanan #jual #dominasi #pasar

KOMENTAR