Putin Puji Peluncuran Rudal Nuklir Terkuat di Dunia, Bikin Barat Gentar
Presiden Rusia Vladimir Putin ketika bertemu perwakilan Amerika Serikat untuk merundingkan perdamaian dengan Ukraina, di Kremlin, Moskwa, 2 Desember 2025.(SPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP)
12:12
13 Mei 2026

Putin Puji Peluncuran Rudal Nuklir Terkuat di Dunia, Bikin Barat Gentar

- Presiden Rusia Vladimir Putin memuji keberhasilan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru Moskwa pada Selasa (12/5/2026). 

Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya modernisasi besar-besaran kekuatan nuklir Rusia.

Putin mengeklaim, rudal berkemampuan nuklir yang diberi nama Sarmat, yang juga dijuluki Satan II oleh Barat, tersebut akan mulai bertugas pada akhir tahun ini. 

Baca juga: Kisah Gagalnya Jet Siluman MiG 1.44 Rusia, Cuma Sanggup Terbang 18 Menit

Rudal ini dirancang khusus untuk menggantikan Voyevoda, persenjataan peninggalan era Uni Soviet yang sudah menua.

"Ini adalah rudal paling kuat di dunia," ujar Putin, sebagaimana dilansir AFP.

Dia menambahkan, kekuatan gabungan dari hulu ledak Sarmat mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan dengan tandingan militer Barat mana pun.

Sejak berkuasa pada 2000, Putin secara konsisten mengawasi pembaruan kemampuan nuklir Rusia. 

Baca juga: Putin Tawarkan Bantuan, Sebut Rusia Siap Angkut Uranium Iran

Upaya ini mencakup pengerahan ratusan ICBM baru berbasis darat, pengoperasian kapal selam nuklir baru, hingga modernisasi pesawat pengebom berkemampuan nuklir.

Langkah Rusia ini pun memicu Amerika Serikat (AS) untuk meluncurkan modernisasi gudang senjatanya dan memakan biaya besar. 

Situasi semakin tegang setelah pakta senjata nuklir terakhir antara Rusia dan AS berakhir pada Februari. 

Berakhirnya kesepakatan ini menghapus batasan pada dua kekuatan nuklir terbesar di dunia dan memicu kekhawatiran akan perlombaan senjata nuklir yang tidak terkendali.

Baca juga: Putin Beri Sinyal Perang Rusia-Ukraina Akan Segera Berakhir

Spesifikasi Satan II

Rudal Satan II merupakan inti dari serangkaian senjata baru yang diungkap Putin pada 2018. 

Putin mengeklaim senjata-senjata ini akan membuat sistem pertahanan rudal AS menjadi tidak berguna.

Meskipun memiliki kekuatan setara dengan Voyevoda, Rudal Satan II diklaim memiliki presisi yang jauh lebih tinggi. 

Rudal ini mampu melakukan penerbangan suborbital dengan jangkauan lebih dari 35.000 kilometer, memberikannya kemampuan lebih luas untuk menembus pertahanan rudal masa depan.

Baca juga: Krisis Hormuz, Akankah Minyak Rusia jadi Penyelamat Asia Tenggara?

Respons terhadap pertahanan AS

Putin menegaskan, pengembangan senjata-senjata baru ini merupakan respons Rusia terhadap perisai rudal AS. 

Kekhawatiran Moskwa muncul setelah Washington menarik diri dari pakta pembatasan pertahanan rudal era Perang Dingin pada 2001.

"Kami terpaksa mempertimbangkan untuk memastikan keamanan strategis kami dalam menghadapi realitas baru dan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan kekuatan strategis serta paritas," pungkas Putin.

Uji coba ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Putin menyatakan bahwa konflik di Ukraina saat ini mulai mendekati titik akhir. 

Sejak mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, pemimpin Rusia tersebut berulang kali menunjukkan kekuatan nuklirnya.

Baca juga: Rusia dan China Bisa jadi Sandungan bagi AS untuk Beri Sanksi ke Iran

Tag:  #putin #puji #peluncuran #rudal #nuklir #terkuat #dunia #bikin #barat #gentar

KOMENTAR