Jarang Disadari, Menopause Ternyata Berdampak pada Kesehatan Mulut
Ilustrasi gigi.(Dok. Unsplash/Colourblind Kevin)
12:05
13 Mei 2026

Jarang Disadari, Menopause Ternyata Berdampak pada Kesehatan Mulut

- Gejala menopause yang cukup dkenal antara lain sensasi panas mendadak di tubuh, perubahan suasana hati, hingga brain fog.

Sementara itu, keluhan yang jarang sekali disoroti adalah dampak penurunan hormon terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulut.

Masalah mulut kering yang kerap dialami selama masa menopause bisa berkembang menjadi komplikasi kesehatan yang jauh lebih serius, seperti peradangan gusi hingga peningkatan sensitivitas pada gigi.

"Aliran air liur berperan besar dalam mencegah gigi berlubang dan mencegah penumpukan biofilm bakteri pada gigi," kata dokter gigi kosmetik di San Mateo, California, AS, Lior Tamir, melansir Today, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Menopause Bikin Susah Tidur, Begini 7 Cara Mengatasinya Menurut Dokter

Dampak menopause pada kesehatan gigi

Aliran air liur yang semakin sedikit membuat risiko kemunculan gigi berlubang menjadi jauh lebih tinggi.

Selain itu, minimnya air liur juga menjadi penyebab utama munculnya masalah sensitivitas gigi dan penyakit gusi pada perempuan usia lanjut, menurut dokter gigi kosmetik di New York City, AS, Michael J. Wei.

Dokter gigi kosmetik dari Lipari & Mangiameli Dentistry, New York, Richard Lipari, menambahkan, terdapat juga kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit periodontal dan pengeroposan tulang di sekitar gigi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas gigi.

Baca juga: Selain Estetik, Ini Kelebihan Aligner untuk Merapikan Gigi

Penurunan estrogen dan perubahan mulut

Adanya masalah kesehatan mulut yang muncul saat usia bertambah ini berkaitan langsung dengan hormon.

"Pendorong utamanya adalah penurunan estrogen, dan pada tingkat yang lebih rendah, progesteron," kata dia.

Adapun, estrogen memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan jaringan gusi, mendukung kepadatan tulang, dan mengatur produksi air liur.

"Saat kadarnya menurun, aliran air liur berkurang, mikrobioma mulut bergeser, dan respons peradangan menjadi lebih jelas, membuat jaringan gusi lebih rentan," ujar dr. Lipari.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Ternyata Bisa Merusak Gigi secara Permanen

Penyesuaian rutinitas perawatan

Obat kumur dan pasta gigi khusus

Para spesialis menyarankan untuk memantau perawatan mulut di rumah dengan teliti menggunakan produk spesifik.

Obat kumur khusus sangat dianjurkan untuk menyegarkan napas sekaligus melumasi rongga mulut demi mengurangi kekeringan.

Terkait ancaman karies, terkadang dokter akan meresepkan pasta gigi khusus yang mengandung nano-hydroxyapatite (nHA) untuk pasien berisiko tinggi, agar enamel tetap terlindungi dengan baik.

Penggunaan sikat gigi elektrik

Penggunaan sikat gigi elektrik juga dinilai jauh lebih konsisten menyingkirkan penumpukan plak yang membandel.

Dokter gigi kosmetik Brian Kantor menerangkan, konfigurasi bulu pada sikat gigi elektrik membuatmu merasa bulu-bulunya masuk ke sela-sela gigi.

"Kekuatan getar sikatnya membuat mulut terasa seperti gigi telah dibersihkan secara menyeluruh, seolah-olah dilakukan di klinik gigi," ucap dia.

Baca juga: Sudah Rajin Sikat Gigi, Mengapa Tetap Bau Mulut?

Flossing

Flossing menggunakan benang setiap hari merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mulut.

Alat bantu seperti water flosser sangat dianjurkan bagi pasien dengan resesi gusi, gigi sensitif, atau yang sedang menjalani perawatan restoratif.

Kapan perlu ke dokter?

Kamu tidak harus menunggu hingga siklus menstruasi berhenti permanen untuk mulai mengambil langkah preventif terkait kesehatan mulut.

"Perubahan-perubahan ini belum tentu dimulai pada hari menopause dimulai karena sering muncul selama perimenopause, ketika kadar hormon berfluktuasi," kata dr. Lipari.

"Banyak perempuan mulai menyadari gejala seperti mulut kering, gusi sensitif, atau peningkatan pendarahan pada usia 40-an, sebelum menopause dicapai," sambung dia.

Tindakan pencegahan berkelanjutan sejak dini dengan lebih memperhatikan kondisi gigi adalah satu-satunya kunci utama untuk melewati masa transisi ini.

Sebagai tambahan rutinitas, kamu sebaiknya mempercepat jadwal kunjungan rutin dokter gigi dari enam bulan sekali menjadi tiga hingga empat bulan sekali.

Pastikan juga tubuh selalu terhidrasi dan batasi konsumsi alkohol, kafein, serta makanan asam yang berpotensi memperparah mulut kering.

Baca juga: Tak Cuma Haid Berhenti Setahun, Ketahui Berbagai Gejala Menopause

Tag:  #jarang #disadari #menopause #ternyata #berdampak #pada #kesehatan #mulut

KOMENTAR