Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). Trump Ungkap Perang Melawan Iran Bakal berlangsung 3-4 Minggu hingga Lebih Lama(WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE)
13:52
30 Maret 2026

Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kemungkinan untuk mengambil minyak Iran di tengah konflik yang terus memanas di Timur Tengah hingga memasuki pekan kelima.

Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat, Trump mengatakan preferensinya adalah menguasai minyak Iran, bahkan menyebut kemungkinan merebut pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg.

“Hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS berkata: ‘mengapa Anda melakukan itu?’ Tapi mereka memang orang bodoh,” kata Trump, dikutip dari CNBC, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Trump Klaim Iran Setujui Tuntutan AS, Singgung Rencana Ambil Minyak

Ilustrasi kilang minyak Iran.Reuters Ilustrasi kilang minyak Iran.

Ia menambahkan, opsi tersebut masih terbuka.

“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” ujarnya.

Trump juga mengakui bahwa langkah tersebut berpotensi membuat AS harus bertahan di wilayah itu dalam waktu lama.

Menurut laporan Reuters, pemerintah AS telah mempertimbangkan pengiriman pasukan darat ke Pulau Kharg, meski sumber yang mengetahui rencana tersebut memperingatkan bahwa operasi semacam itu “sangat berisiko”, mengingat Iran memiliki kemampuan menyerang pulau tersebut dengan rudal dan drone.

Baca juga: Mesir Hadapi Krisis Energi: Toko Tutup, WFH Ditingkatkan Akibat Perang Iran

Pihak Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Harga minyak dunia melonjak

Ilustrasi harga minyak mentah. SHUTTERSTOCK/GAS-PHOTO Ilustrasi harga minyak mentah.

Pernyataan Trump muncul di tengah eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran yang meluas di kawasan, meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi global.

Harga minyak dunia pun melonjak. Kontrak berjangka Brent untuk Mei naik lebih dari 3,2 persen menjadi 116,12 dollar AS per barrel pada perdagangan awal Asia, dengan potensi kenaikan bulanan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 3,4 persen ke level 102,96 dollar AS per barrel.

Baca juga: Gejolak Timur Tengah: Minyak Brent dan WTI Menguat, Jalur Pelayaran Terancam

Laporan The Washington Post menyebut Pentagon tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik darat selama beberapa pekan di Iran.

Sekitar 3.500 pasukan dilaporkan telah tiba di kawasan pada Jumat, ditambah ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang diperintahkan mendukung operasi militer.

Negosiasi dan pesan yang saling bertolak belakang

Trump sebelumnya menyatakan bahwa negosiator Iran “memohon” kesepakatan untuk mengakhiri perang, meski klaim tersebut dibantah oleh Teheran yang menyebut tidak ada interaksi langsung dengan AS.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menyebut pembicaraan tidak langsung melalui perantara Pakistan berjalan baik.

Baca juga: Harga Minyak Naik saat Konflik Iran Meluas dan Houthi Serang Israel

Kepada wartawan di Air Force One, Trump juga mengatakan kedua pihak telah menggelar pertemuan yang “sangat baik, baik secara langsung maupun tidak langsung.”

Pemerintah AS disebut telah mengirimkan proposal perdamaian berisi 15 poin, termasuk penghentian total program nuklir Iran serta pembatasan signifikan terhadap kemampuan rudal negara tersebut. Namun, Iran secara terbuka menolak tawaran itu dan mengajukan syaratnya sendiri.

Meski demikian, Trump mengklaim Iran telah menyetujui sebagian besar poin tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026).

“Mereka memberi kami sebagian besar poin. Mereka setuju dengan rencana kami,” kata Trump.

Baca juga: Trump Buka Opsi Ambil Alih Minyak Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Ia juga menambahkan bahwa Iran mengizinkan hingga 20 kapal bermuatan minyak melintas di Selat Hormuz sebagai “tanda hormat.”

“Saya hanya akan mengatakan bahwa kita berjalan sangat baik dalam negosiasi itu. Tetapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan Iran, karena kita bernegosiasi dengan mereka, dan kemudian kita selalu harus menghancurkan mereka,” ujarnya.

Risiko eskalasi dan ancaman infrastruktur

Wakil Presiden Global Guardian, Seth Krummrich, memperingatkan bahwa potensi operasi darat AS dapat memicu eskalasi serangan Iran terhadap infrastruktur vital di kawasan Teluk.

“Kami mungkin masih berada di awal atau pertengahan dari konflik ini, bukan di akhirnya,” kata Krummrich dalam wawancara dengan CNBC.

Baca juga: Harga Minyak Berpotensi Tembus 125 Dollar AS, Analis Prediksi Lonjakan Tajam Pekan Depan

Sejumlah infrastruktur kritis dilaporkan telah terdampak. Pemerintah Kuwait menyatakan sebuah bangunan layanan di fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air rusak akibat serangan pada Minggu malam, yang menewaskan satu pekerja.

Fasilitas tersebut disebut menjadi target dalam apa yang digambarkan sebagai agresi Iran terhadap Kuwait. Korban tewas merupakan warga negara India, menurut kementerian listrik setempat.

Tim darurat telah dikerahkan untuk mengendalikan kerusakan dan menjaga operasional, sementara otoritas memastikan pasokan listrik dan air tetap stabil melalui rencana kontinjensi.

Fasilitas desalinasi di kawasan Teluk diketahui menjadi sumber utama air minum, sehingga menjadi infrastruktur krusial sekaligus target sensitif dalam konflik.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Pasar Cemas Gangguan Pasokan Global

Di sisi lain, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran juga dilaporkan turut terlibat dalam konflik dengan meluncurkan rudal ke arah Israel.

Juru bicara Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pasukan Yaman telah melakukan operasi militer menggunakan rentetan rudal balistik yang menargetkan situs militer sensitif Israel.

Tag:  #trump #ingin #kuasai #minyak #iran #harga #minyak #dunia #melonjak

KOMENTAR