Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
Ketegangan geopolitik global yang meningkat, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, mulai berdampak pada pergerakan pasar keuangan dunia, termasuk aset kripto. Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, kripto semakin dilirik sebagai alternatif investasi sekaligus instrumen diversifikasi portofolio.
Dalam beberapa pekan terakhir, pasar kripto menunjukkan volatilitas tinggi. Harga Bitcoin sempat menyentuh kisaran USD 73.000 pada pertengahan Maret 2026, sebelum terkoreksi ke level USD 71.000-an seiring berlanjutnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kondisi ini mencerminkan bagaimana aset digital semakin sensitif terhadap perkembangan global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan investasi di tengah tekanan ekonomi dunia.
Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menilai ketegangan geopolitik memang berdampak langsung pada dinamika pasar kripto.
"Ketegangan geopolitik dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar global dan memengaruhi berbagai kelas aset, termasuk kripto. Dalam situasi seperti ini, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, memahami dinamika pasar, serta menghindari keputusan investasi yang impulsif akibat sentimen jangka pendek," ujar Resna seperti dikutip, Senin (30/3/2026).
Investasi kripto untuk pemulaMenurutnya, di tengah volatilitas pasar yang tinggi, kripto dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi, namun tetap memerlukan pendekatan yang bijak dan terukur.
Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap faktor global, mulai dari kondisi ekonomi, kebijakan internasional, hingga regulasi yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.
Resna juga mengingatkan agar investor tidak hanya terpaku pada pergerakan harga jangka pendek, melainkan mengedepankan strategi investasi jangka panjang berbasis pengetahuan dan profil risiko masing-masing.
"Ketegangan geopolitik dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar global dan memengaruhi berbagai kelas aset, termasuk kripto. Dalam situasi seperti ini, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, memahami dinamika pasar, serta menghindari keputusan investasi yang impulsif akibat sentimen jangka pendek," ujarnya.
Sebagai platform perdagangan aset kripto yang beroperasi resmi di Indonesia, Upbit Indonesia terus mendorong literasi masyarakat terkait investasi digital. Melalui edukasi dan penyediaan informasi yang transparan, masyarakat diharapkan dapat memahami peluang sekaligus risiko dalam berinvestasi di aset kripto.
Di tengah ketidakpastian global, pendekatan investasi yang disiplin, berbasis pengetahuan, serta berorientasi jangka panjang menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi pergerakan pasar yang semakin dinamis.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Tag: #aset #kripto #jadi #pelarian #saat #saham #loyo #tapi #tetap #berisiko