Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Percepat Layanan Ketapang-Gilimanuk
Pada arus balik Lebaran 2026, lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap bergerak dengan kondisi yang dinamis.
Untuk mengatasi masalah kepadatan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan percepatan layanan.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa kunci utama pengendalian kepadatan bukan semata pada jumlah kapal, melainkan pada kecepatan layanan di setiap titik.
Baca juga: Antrean Panjang Ketapang-Gilimanuk: Kemenhub Rancang Perbaikan Total
Puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang?Gilimanuk mulai terasa sejak Minggu (29/3/2026) pagi.
“Fokus kami adalah memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Melalui pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), kapal tidak berlama-lama di dermaga sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak,” ujar Yossianis dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (31/3/2026).
Untuk mendukung percepatan tersebut, waktu bongkar muat kapal terus dioptimalkan dengan rata-rata durasi sekitar 35 menit per siklus layanan.
Dengan durasi yang lebih singkat dan disiplin operasional yang terjaga, rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas layanan meningkat secara signifikan.
Ia menambahkan, dalam kondisi puncak, antrean merupakan hal yang tidak terhindarkan.
Baca juga: Arus Balik Ketapang Memuncak, ASDP Layani 49.523 Penumpang
Namun, selama pergerakan tetap terjaga, waktu tunggu dapat ditekan secara signifikan. “Yang terpenting adalah flow tetap hidup. Antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan pada Senin (30/3/2026) pukul 14.00 WIB, ekor antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 5,8 km dari akses masuk Pelabuhan Ketapang, dengan dominasi kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus besar yang terus bergerak menuju pelabuhan.
Untuk merespons lonjakan tersebut, ASDP bersama operator kapal lainnya mengoperasikan total 34 kapal.
Antrean pemotor di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur, Minggu (29/3/2026).
Sebanyak 22 kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 3, MB 4, LCM, dan Bulusan, serta didukung 4 kapal perbantuan guna mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.
Baca juga: Hadapi Kepadatan Kendaraan di Ketapang–Gilimanuk, Kemenhub Atur Operasional hingga Tambah Armada
Dari sisi permintaan, data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10 (11 Maret–1 April 2026).
Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan sisa potensi 10.568 unit yang diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa percepatan layanan di dermaga diperkuat dengan pengaturan arus kendaraan sejak di sisi darat.
“Kami mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone, sehingga kedatangan ke pelabuhan tetap terukur dan tidak menumpuk,” jelasnya.
Baca juga: Jelang Lebaran, Kemenhub Uji Kelaikan 55 Kapal di Lintas Ketapang–Gilimanuk
Adapun puncak arus balik tercatat pada Minggu, 29 Maret 2026 (H+7), dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali.
Komposisi didominasi sepeda motor sebanyak 12.458 unit dan mobil pribadi 4.995 unit.
Sejumlah buffer zone telah dioptimalkan, antara lain Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri, sebagai kantong parkir sekaligus titik pengendalian arus.
“Koordinasi intensif bersama kepolisian, Dinas Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga distribusi kendaraan tetap terkendali,” tegas Arief.
Tag: #arus #balik #lebaran #2026 #asdp #percepat #layanan #ketapang #gilimanuk