Tak Hanya Blokade, AS Kini Bersiap Buru Semua Kapal Iran di Seluruh Dunia
- Militer Amerika Serikat (AS) tengah bersiap untuk melakukan tindakan tegas terhadap kapal-kapal tanker minyak yang berafiliasi dengan Iran.
AS berencana menaiki hingga menyita kapal-kapal komersial tersebut di perairan internasional dalam beberapa hari ke depan.
Langkah ini diambil menyusul tindakan militer Iran yang kian memperketat kendali di Selat Hormuz.
Baca juga: Armada Nyamuk Iran, Kapal Lincah yang Jadi Ancaman Serius di Selat Hormuz
Pada Sabtu (18/4/2026), Iran dilaporkan menyerang beberapa kapal komersial setelah mengeklaim jalur air strategis tersebut berada di bawah pengawasan ketat mereka.
Kebijakan pemerintahan AS untuk meningkatkan tekanan ekonomi ini bertujuan memaksa Teheran segera membuka kembali Selat Hormuz serta memberikan konsesi terkait program nuklirnya.
Menurut Komando Pusat AS (Centcom), pasukannya telah memulangkan 23 kapal yang berupaya meninggalkan pelabuhan Iran sebagai bagian dari blokade.
Baca juga: Drama Buka-Tutup Selat Hormuz, Sinyal Keretakan di Tubuh Iran?
Incar kapal Iran di seluruh dunia
Perluasan kampanye ini akan memungkinkan AS untuk mengendalikan kapal-kapal yang terkait dengan Iran di seluruh dunia.
Ini termasuk armada yang membawa minyak Iran yang sudah berlayar di luar Teluk Persia dan kapal-kapal yang membawa senjata yang dapat mendukung rezim Iran.
"AS akan secara aktif mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang berupaya memberikan dukungan material kepada Iran,” kata Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, dikutip The Wall Street Journal, Sabtu (18/4/2026).
“Ini termasuk kapal armada gelap yang membawa minyak Iran. Seperti yang sebagian besar dari Anda ketahui, kapal armada gelap adalah kapal-kapal ilegal atau terlarang yang menghindari peraturan internasional, sanksi, atau persyaratan asuransi,” sambungnya.
Langkah tersebut akan menjadi babak baru dari kampanye tekanan AS terhadap Teheran.
Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly mengatakan, Presiden AS Donald Trump optimistis, langkah ini akan membantu memfasilitasi kesepakatan perdamaian.
Baca juga: Iran Bingung Trump Berubah-ubah, Banyak Omong dan Kebanyakan Nge-Tweet
Gencatan senjata AS-Iran akan berakhir
Helikopter militer Oman NH90 saat berpatroli di Selat Hormuz, dalam foto yang dipotret dari Semenanjung Musandam, Oman, 25 Juni 2025.
Upaya untuk meningkatkan tekanan ekonomi dilakukan menjelang berakhirnya gencatan senjata sementara antara kedua pihak minggu depan.
Perundingan yang diadakan akhir pekan lalu di Pakistan berakhir tanpa terobosan dan putaran negosiasi selanjutnya belum ditetapkan.
Kedua belah pihak telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan pertempuran kembali terjadi, meskipun tampaknya tidak ada pihak yang ingin memulai kembali perang.
Iran telah menyimpan ribuan rudal jarak menengah dan pendek dan sedang mengambil peluncur rudal dari area penyimpanan bawah tanah.
Baca juga: Iran Belum Mau Negosiasi dengan AS Lagi, Sebut Cuma Buang-buang Waktu
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuturkan, pasukan AS bersiap secara maksimal untuk melanjutkan operasi militer jika perundingan gagal.
Namun, para pejabat pemerintahan Trump tampaknya tidak ingin menggunakan pasukan darat, sebuah opsi yang dapat menimbulkan korban jiwa di pihak AS dan tidak populer di kalangan sebagian besar masyarakat Amerika.
Hegesth menekankan bahwa menyerang pembangkit listrik Iran masih merupakan pilihan.
Namun, langkah tersebut juga akan menimbulkan risiko besar, karena dapat menyebabkan Teheran membalas terhadap infrastruktur energi di Teluk.
Hal itu telah meningkatkan tekanan ekonomi karena Gedung Putih berupaya mencari penyelesaian dan jalan keluar dari konflik tersebut.
Tag: #hanya #blokade #kini #bersiap #buru #semua #kapal #iran #seluruh #dunia