Wisman Naik Kereta Api Tembus 129.105 di Kuartal I 2026, Tertinggi dalam 5 Tahun
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh mencapai 129.105 pelanggan selama Triwulan I 2026. Dalam tiga bulan pertama 2026, turis asing ramai-ramai menggunakan layanan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir, Yogyakarta, hingga Bandung.(DOK. PT KAI)
10:12
19 April 2026

Wisman Naik Kereta Api Tembus 129.105 di Kuartal I 2026, Tertinggi dalam 5 Tahun

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang memanfaatkan layanan kereta api jarak jauh mencapai 129.105 penumpang sepanjang kuartal pertama tahun 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Dia bilang, moda transportasi kereta api kini semakin diminati wisatawan asing sebagai pilihan untuk menikmati perjalanan antarkota di Indonesia.

Baca juga: Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Ilustrasi kereta api. KA Bangunkarta dan Singasari pakai rangkaian Stainless Steel New Generation.Dok. PT KAI Ilustrasi kereta api. KA Bangunkarta dan Singasari pakai rangkaian Stainless Steel New Generation.

“Angkanya tumbuh pelan tapi pasti. Pada kuartal I 2022 tercatat 26.225 wisatawan mancanegara. Setahun kemudian melonjak menjadi 103.722, lalu naik lagi ke 121.329 pada 2024, 128.933 di 2025, hingga akhirnya menyentuh 129.105 pada tahun ini,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).

Dia mengatakan, perjalanan dengan kereta api makin sering masuk dalam rencana wisata mereka.

Dia bilang, perubahan ini terasa di banyak sisi.

Mulai dari kereta api yang lebih nyaman, proses beli tiket yang semakin praktis, sampai perjalanan yang makin bisa diprediksi waktunya.

Baca juga: Investasi Rp 1,05 T, KAI Optimalkan Angkutan Barang di Sumatera

Semua ini ikut membentuk pengalaman yang lebih menyenangkan dari awal berangkat sampai tiba di tujuan.

“Kalau dilihat dari titik keberangkatannya, pergerakan wisatawan ini cukup terkonsentrasi di beberapa stasiun besar,” ungkap dia.

Sepanjang kuartal I 2026, sejumlah stasiun besar di Indonesia mencatat tingginya jumlah keberangkatan wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh.

Ilustrasi kereta api. Kereta api kerakyatan.Dok. PT KAI Ilustrasi kereta api. Kereta api kerakyatan.

Stasiun Stasiun Gambir menjadi yang tertinggi dengan 20.881 wisman, diikuti Stasiun Yogyakarta sebanyak 17.912 penumpang, serta Stasiun Bandung dengan 11.371 wisman.

Baca juga: KAI Logistik Garap Angkutan CPO Sumut, Bidik 200.000 Ton per Tahun

Selanjutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 7.691 wisman, disusul Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 6.481 penumpang, dan Stasiun Semarang Tawang dengan 4.875 wisman.

Sementara itu, Stasiun Malang melayani 3.516 wisman, diikuti Stasiun Surabaya Pasar Turi sebanyak 3.271 penumpang, Stasiun Cirebon dengan 3.138 wisman, serta Stasiun Solo Balapan yang mencatat 2.764 wisman.

Data ini menunjukkan bahwa kota-kota tujuan wisata utama seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, hingga Surabaya masih menjadi pusat pergerakan wisatawan asing yang memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia.

Dari Gambir, perjalanan bisa mengarah ke banyak kota sekaligus.

Baca juga: KAI Catat Pertumbuhan Perjalanan KA Jarak Jauh Menuju Banyuwangi pada Kuartal I-2026

Yogyakarta masih jadi favorit dengan suasana budaya yang kuat, dari Malioboro sampai kawasan candi.

Bandung punya daya tarik suasana pegunungan dan tempat-tempat kreatif yang terus berkembang.

Semarang Tawang membawa suasana kota lama yang khas, sementara Cirebon dan Solo menawarkan pengalaman budaya dan kuliner yang berbeda di setiap sudutnya.

Kalau bergeser ke Jawa Timur, Surabaya jadi titik penting sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi, termasuk kawasan wisata alam seperti Bromo.

Baca juga: KAI Siapkan Internet 5G di Kereta, Uji Coba Dimulai Musim Liburan 2026

Malang menawarkan suasana yang lebih tenang, dengan udara sejuk dan pilihan wisata alam yang cukup beragam.

Anne menambahkan, perjalanan dengan kereta api memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati Indonesia dengan cara yang lebih dekat.

“Selama perjalanan, wisatawan bisa melihat langsung perubahan lanskap dari satu kota ke kota lain. Itu yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan,” ujar Anne.

Anne mengatakan, perkembangan layanan kereta api di Indonesia juga terus bergerak maju.

Baca juga: KAI Tingkatkan Layanan KA Bangunkarta dan Singasari dengan Rangkaian Baru

Pengalaman perjalanan yang dirasakan pelanggan saat ini sudah semakin baik dan mampu bersaing dengan layanan kereta api di berbagai negara maju, dengan karakter perjalanan yang tetap khas Indonesia.

“KAI akan terus melakukan evaluasi layanan dengan mendengarkan suara pelanggan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perjalanan saat ini,” ujar Anne.

“Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan antarkota kini terasa lebih mudah direncanakan dan dapat diakses oleh berbagai kalangan,” tegas Anne.

Tag:  #wisman #naik #kereta #tembus #129105 #kuartal #2026 #tertinggi #dalam #tahun

KOMENTAR